Pameran Seni Tunggal Agus Kama Loedin

Setelah sukses dengan tiga pameran seni yang dilakukan tahun ini, kali ini Artotel Thamrin – Jakarta hadir dengan pameran terbarunya yaitu “Trans-Forms #3”. Sebuah pameran seni tunggal dari seniman asal Surabaya, Agus Kama Loedin. Bentuk dan konsep seni yang dipresentasikan adalah karya seni sclupture.

Menyapa para pecinta seni di Jakarta, Agus Kama Loedin mempersembahkan “Trans-Forms #3” sebagai tema pameran seni kali ini. Tema tersebut diambil dari perjalanaan Agus dalam berkarya. Ini adalah kali ketiga pameran tunggal Agus diselenggarakan, setelah sukses sebelumnya diselenggarakan di Jogja dan Filipina. Kawat sebagai bahan dasar Agus dalam membuat karyanya, terinspirasi dari perubahan alam didalamnya dan bentuk-bentuk tak lazim yang ada. Membuat struktur bentuk menjadi bagian tersulit yang harus ia kerjakan, karena Agus menaklukan logam keras kawat sesuai dengan inspirasinya. Untuk menyelesaikan karyanya, Agus menjalani proses ketekunan yang mendalam bagaimana mengulur, menekuk, mengikat dan menganyam bahan dasar kawat menjadi sebuah bentuk karya.

“Melalui Trans-Forms #3, Artotel Thamrin – Jakarta ingin kegiatan pameran seni yang diselenggarakan menjadi sebuah wadah berkumpul dalam mengkesplorasi seni, tidak hanya lewat lukisan namun seni bisa dilihat dalam material logam seperti kawat dan bahan-bahan bekas yang digunakan Agus kali ini. Sesuai dengan visi-misinya, Artotel akan terus memberikan inspirasi bagi para pengunjung yang datang kehotel dengan menyelenggarakan pameran-pameran seni seperti ini,” ujar Safrie Effendi selaku Art Manager Artotel Group dengan penuh semangat.

Pameran ini dibuka untuk umum, 6 September – 6 November 2017, di ARTSPACE, lantai Mezzanine Artotel Thamrin – Jakarta. Seluruh karya yang dipamerkan dijual untuk umum. Bagi kolektor seni yang berminat dapat menghubungi Front Office Agent kami di reception, Lobby hotel untuk informasi lebih lanjut.

Mengenai Agus Kama Loedin

Latar belakang pendidikannya semula menekuni arkeologi di Universitas Gadjah Mada, kemudian memperdalam bidang itu lebih lanjut di Universitas Rijks Leiden, Belanda. Selanjutnya bekerja di Open Studio Production, menekuni bidang video animasi di Amsterdam, Belanda. Ia pernah bekerja sebagai guru dan pegawai honorer di Pusat Dokumentasi Arkeologi Indonesia di Universitas Rijks Leiden, Belanda. Di Jakarta ia bekerja pada salah satu perusahaan iklan terbesar Matariâ. Selain itu Agus juga melakukan beberapa aktivitas lain seperti; lukis, fotografi, dan belakangan mengembangkan karya-karya trimatra. Pada pola-pola desain, kolase, dan kriya yang digunakan bertumpu pada keterampilan tangan. Semua inspirasi karyanya diperoleh dari pembauran pengalaman budaya sehari-hari yang ia resapi, terutama dari dua negara yaitu; Filipina dan Indonesia sebagaimana tersaji dalam ruang pamer ini.