Meski dianggap kecil, UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) merupakan kelompok usaha dengan jumlah paling besar, bahkan terbukti mampu bertahan terhadap berbagai goncangan krisis ekonomi. Kementerian Perindustrian, dalam lamannya merilis bahwa kontribusi UMKM terhadap produk domestik bruto meningkat dari 57,84 persen menjadi 60,34 persen dalam lima tahun terakhir. Tak hanya itu, penyerapan tenaga kerja pun meningkat pada sektor ini yaitu dari 96,99 persen menjadi 97,22 persen pada periode yang sama.

Melihat kondisi tersebut, potensi penggerak ekonomi rakyat kecil ini tak lagi bisa dipandang sebelah mata. Termasuk dalam hal ini UMKM di ranah digital. Meski persentasenya masih kecil, geliat UMKM di perdagangan online tak dapat dipungkiri telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perekonomian masyarakat kecil.

Bersamaan dengan diperingatinya Hari Pahlawan yang jatuh setiap tanggal 10 November, Lazada destinasi belanja online nomor 1 di Indonesia dan Asia Tenggara turut mengapresiasi 11 (sebelas) “Pahlawan Ekonomi Digital” versi Lazada ini dengan memberikan hadiah berupa perjalanan ke Hangzhou untuk berkunjung ke kantor Alibaba dan melihat langsung cara kerja perusahaan e-commerce terbesar di Dunia, ini akan menjadi pengalaman yang tidak akan mereka lupakan seumur hidup.

Kesebelas “Pahlawan Ekonomi Digital” versi Lazada adalah : Nurmaliana (Jakarta), Sugeng Wibowo (Yogyakarta), Dedy Liem (Yogyakarta), Katri Bawani (Yogyakarta), Atika Novianty Hermawan (Yogyakarta), Mufitri Widyana (Surabaya), Fahrul Satrian (Bandung), Susi Sundari (Jakarta), Revie Pitono (Jakarta), Fahrizal (Surabaya) dan Jeny Windharti (Jakarta)

Susi Sundari seorang wanita multi talenta pemilik toko Kayla Ndut yang sudah bergabung dengan Lazada sejak tahun 2014 lalu sangat peduli akan edukasi anak-anak Indonesia. “Saya ingin supaya anak Indonesia menjadi anak yang cerdas, kreatif dan dapat berinteraksi dengan sesama. Saya ingin memperkenalkan mainan edukasi ke seluruh Indonesia. Dengan adanya Lazada cita-cita saya untuk memperkenalkan mainan tersebut mulai terwujud. Dengan bantuan Lazada daerah-daerah diluar pulau jawa yang belum ada mal-mal pun dapat membeli mainan edukasi secara online,” ungkap Susi.

Sosok “Pahlawan Ekonomi Digital” lainnya adalah Fahrizal, pemilik Original Star Toko Acc. Baginya, usaha yang dilakoni saat ini adalah bagaimana agar Ia dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi orang banyak. Dimana ia bisa membuka lapangan pekerjaan melalui toko yang ia buka di Lazada itu.

“Besar kecilnya bisnis online, bukan dilihat dari berapa omset atau keuntungan yang kita dapat. Tapi lebih kepada seberapa besar manfaat bisnis online itu berguna bagi banyak orang. Ya itulah prinsip yang sampai saat ini masih kami pegang dalam menekuni bisnis online,” ujar pria keturunan Madura yang menetap di Surabaya ini.

Para pegawai Fahrizal pun melihatnya sebagai sosok yang selalu menginspirasi untuk maju. “Walaupun kami hanya seorang pegawai tapi kami diperlakukan seperti saudara beliau sendiri. Beliau merintis usaha online-nya sendiri setelah pulang merantau dari Jakarta dan merekrut kami yang pada saat itu kami dipandang sebelah mata dan di cap sebagai anak nakal yang tidak mempunyai impian oleh masyarakat sekitar. Berbekal pengalaman beliau ingin usahanya bermanfaat bagi banyak orang termasuk kami.” cerita salah satu pegawai Fahrizal.

“Kami yakin pasti masih banyak  wanita tangguh seperti Susi Sundari  dan sosok inspiratif seperti Fahrizal di luar sana yang memberikan sumbangsih serta menjadi pahlawan bagi keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Sebagai bentuk apresiasi kami  bertepatan dengan hari Pahlawan tahun ini, kami menominasikan mereka sebagai Pahlawan Ekonomi Digital versi Lazada dan menghadiahkan perjalanan ke kantor Alibaba.,” ujar Achmad Alkatiri, Chief Marketing Officer, Lazada Indonesia.

“Kami berharap kisah Susi Sundari  dan Fahrizal dapat memberikan inspirasi kepada lebih banyak pelaku UKM dan entrepreneur untuk terus berusaha, tidak menyerah dalam mengembangkan usahanya dan terus berkarya demi Indonesia.” tambah Achmad.

Lazada terus berkomitment mendukung kemajuan industri UMKM agar dapat terus maju dan memberi kontribusi untuk perekonomian daerah.

Lazada merupakan destinasi belanja dan berjualan online nomor satu di Asia Tenggara – yang hadir di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam. Melalui platform marketplace yang didukung oleh berbagai macam layanan pemasaran yang unik, layanan data, dan layanan jasa lain yang disesuaikan, Lazada telah membantu lebih dari 80.000 penjual lokal dan internasional, serta 2.500 brand untuk melayani 560 juta konsumen di kawasan Asia Tenggara. Lazada menghadirkan pengalaman pelanggan terbaik melalui jaringan mitra logistik yang luas dan juga melalui jasa pengiriman first dan last mile milik Lazada.

Lazada Indonesia sendiri telah meraih penghargaan Platinum Award sebagai e-Commerce terbaik pilihan konsumen Indonesia untuk kategori Business to Customer (B2C) dari idEA pada tahun 2016. Lazada juga memperoleh penghargaan Wow Brand sebagai Brand terbaik untuk e-commerce dari Marketeers pada awal tahun 2017. Pada tahun yang sama, Lazada Indonesia juga didaulat oleh Line sebagai official account dengan kampanye terbaik.