Tim Master Putri Indonesia mencuri latih di Sungai Yoshino, Tokushima, Jepang. Atlet perempuan diatas 40 tahun ini sudah berada di Miyoshi sejak Kamis, 28 September 2017. Setiap hari dihabiskan dengan berlatih untuk World Rafting Championship(WRC) 2017.

Tim Jepang tentu telah berlatih dan hafal dengan kondisi sungai. Ini memang keuntungan tuan rumah. Namun bagi tim tandang, diberi kesempatan untuk mengenali sungai agar adil. Demikian alasan jadwal latih resmi diadakan.

Bukan saja tim Indonesia pada pra upacara pembukaan yang mencuri latih. Pada 29 September sudah hadir tim unggulan seperti Rusia, Brasil, Amerika, Argentina, dan Kanada serta pendatang baru Nepal. Telah hadir 23 negara dengan total 73 tim pada 30 September 2017. Di antaranya juga tim Indonesia Remaja Putra, Junior Putra. Sedangkan tim nasional Remaja Putri dan Junior Putri baru datang sehari sebelum registrasi ulang 2 Oktober lalu.

Jadwal lomba untuk Sprint pada tanggal 6 Oktober, Slalom 7 dan 8 Oktober, Down River Racepada Senin, 9 Oktober sekaligus penutupan. Sprint merupakan lomba kecepatan dalam jarak 100-200meter.Slalom adalah manuver melewati gawang berupa dua pipa tergantung.Pipa warna hijau dilalui dari hulu ke hilir, sedang pipa warna merah kebalikannya, dari hilir ke hulu melawan arus. Kecepatan melalui 8 sampai 14 gawang menentukan kemenangan dan menyentuh pipa atau tidak melewati gawang akan dikurangi nilai. Down River Race adalah lomba klasik dengan mengarungi sungai sepanjang 12km atau lebih. Biasanya dibatasi oleh panitia sampai satu jam waktu tempuh.

“Airnya dingin 15-180 dan gelombangnya enak, pemandangan juga bagus,” demikian disampaikan Diah Bisono (52). Selain itu air bening dan banyak ikan. Pelatih Andi Suherli menyiapkan tim dengan porsi latihan sekaligus pengenalan medan. Namun ada kesan gentar ketika tim juara dunia Master Putri dari Selandia Baru juga hadir berlatih,” Tim Master Women New Zealand kemarin latihan bareng. Aduh badannya ekstra besar.” Ketika

berjumpa dengan tim Norwegia pun tim Master Putri Indonesia kagum, karena semua atlitnya adalah pemandu arung jeram.