• Sebanyak 108 unit kendaraan mendapat saran dan bimbingan teknis, pemeriksaan gratis, layanan darurat, hingga layanan pasca jual selama 24 jam sepanjang program Lebaran Rescue 2017.
  • Program tahunan ini telah diadakan 25 kali untuk mendukung pelanggan kendaraan komersial (van, truk, bus). Tahun ini, program Lebaran Rescue dikawal lebih dari 36 teknisi di 4 posko layanan di Alas Roban, Kebumen, Ngawi dan Tuban dan 14 teknisi di 7 bengkel siaga di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang hingga Surabaya.

PROGRAM Lebaran Rescue 2017 yang digelar selama 14 hari oleh Mercedes-Benz Indonesia Commercial Vehicle berjalan dengan memuaskan. Sejak 20 Juni 2017 hingga 3 Juli 2017, tim Lebaran Rescue yang tersebar di 4 posko layanan dan 7 bengkel siaga berhasil melayani 108 total unit kendaraan dengan rincian 14 kendaraan di Kebumen, 42 unit di Alas Roban, 26 unit masing-masing di Ngawi dan di Tuban.

Program Lebaran Rescue adalah upaya kami menjamin keselamatan setiap penumpang  kendaraan komersial Mercedes-Benz agar perjalanan mudik mereka dapat berjalan lancar,  sehingga momen mudik tetap menjadi momen sosial yang bermakna bagi masyarakat  Indonesia,” ungkap Ralf Kraemer, Managing Director Commercial Vehicle Department Mercedes-Benz Indonesia dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (14/7).

Jumlah kendaraan yang tercatat mendapatkan layanan Lebaran Rescue ini memang menunjukan penurunan dari tahun ke tahun. Namun, ini sebenarnya justru hal yang positif bagi para konsumen maupun Mercedes-Benz. Artinya menunjukan layanan after-sales Mercedes-Benz telah menjalankan langkah antisipasi yang tepat. Sebelum menggelar Lebaran Rescue, tim after- sales memang telah lebih dahulu mengadakan Program Lebaran Roadshow untuk penjualan sparepart sehingga para perusahaan otobus sudah mempersiapkan kendaraan mereka sebelum memasuki musim lebaran ini. Para pemilik armada kendaraan komersial Mercedes-Benz seperti perusahaan otobus pun telah lebih teliti dan disiplin dalam memastikan kelaikan kendaraan dan awak armada mereka untuk menempuh kepadatan lalu lintas di berbagai jalur utama dan semakin bertambahnya waktu perjalanan yang meningkatkan risiko kecelakaan.

Aktivitas Lebaran Rescue telah digelar Mercedes-Benz selama 25 tahun untuk mendukung pelanggan kendaraan komersial Mercedes-Benz yang memerlukan bantuan teknis selama perjalanan mudik. Untuk servis yang dipersiapkan selama musim mudik dan arus balik itu terdiri dari beberapa jenis, mulai dari pengecekan gratis, emergency servis, servis berat, sampai  pergantian suku cadang. Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pelanggan, tim Lebaran

Rescue tidak melakukan pembatasan usia terhadap armada yang membutuhkan layanan  mereka. “Selama bus tersebut masih layak jalan dan sudah mendapat izin dari pemerintah  secara otomatis juga akan menjadi tanggung jawab MBINA untuk memberikan layanan,” jelas  Ralf Kraemer.

Program Lebaran Rescue 2017 dikawal lebih dari 36 teknisi di posko layanan yang tersebar di 4 titik yakni di Kebumen, Alas Roban, Ngawi dan Tuban dan 14 teknisi di 7 bengkel siaga yang tersebar di Jakarta (Hartono Raya Motor dan Adedanmas), Bandung (Citrakarya Pranata),  Yogyakarta (Kalimas Arubu Indonesia), Semarang (Hartono Raya Motor) dan Surabaya (Hartono Raya Motor Surabaya dan Kedaung Satriya Motor).

“Kami berterima kasih atas dukungan seluruh masyarakat di jalur mudik, khususnya pelanggan kami. Kami berharap tahun depan, kami dapat kembali menggelar program ini di titik-titik yang lebih strategis dan efektif menjangkau seluruh pelanggan kami,” tutup Ralf Kraemer.

Sekilas mengenai Mercedes-Benz

Mercedes-Benz adalah produsen mobil Jerman terkemuka, dan merupakan divisi multinasional Daimler AG. Brand ini terkenal dengan teknologi, mobil, bus, coach dan truk bermutu tinggi dan canggih. Mercedes-Benz berkantor pusat di Stuttgart, Baden-Württemberg, Jerman. Mercedes-Benz didirikan di Indonesia pada 1970; Namun kendaraan pertama di Indonesia – yang diberi nama Victoria-Benz – berasal dari Mercedes-Benz, datang pada tahun 1894. Mercedes-Benz Indonesia terdiri dari dua perusahaan, yaitu PT Mercedes-Benz Indonesia dan PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia. Mercedes-Benz secara lokal merakit kendaraan andalannya – kelas C-Class, E-Class, S-Class, GL-Class, dan GLE-Class – serta chassis dan truk bus di pabrik seluas 42 hektar di Wanaherang, Bogor, Jawa Barat. Pada tahun 2009, pabrik Mercedes-Benz Indonesia dinyatakan sebagai produsen otomotif dengan sertifikasi Eco-Industry dari TÜV Rheinland. Mercedes-Benz secara konsisten mendorong ramah lingkungan, efisiensi, desain menawan,  kenyamanan, dan keamanan berkendara melalui inovasi dan kecanggihan teknologi terdepan.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi mercedes-benz.co.id.