Sejak digulirkan 28 April 2017, hak angket DPR terhadap KPK mendapat penolakan dari banyak pihak. Madrasah Anti Korupsi Pemuda Muhammadiyah jadi salah satu yang paling vokal menyuarakan penolakan hak angket tersebut.

Jumat pagi, beberapa kelompok masyarakat seperti PP Pemuda Muhammadiyah, Patriot Garuda Nusantara, JARI 98 menemui Pansus Hak Angket KPK dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Gedung Nusantara II DPR. Agenda mereka yang paling utama adalah menyampaikan penolakan terhadap hak angket ini.

Direktur Madrasah Anti Korupsi PP Pemuda Muhammadiyah Virgo Sulianto Gohardi menyampaikan, “Keberatan dan penolakan kami bukan dilandasi oleh desakan dan dorongan apapun kecuali merupakan nalar lurus kami sebagai manusia.”

Virgo menilai angket ini sebagai penghalang atau upaya menghentikan langkah KPK dalam pengungkapan kasus besar korupsi.

“Keyakinan kami tersebut hingga saat ini semakin terbukti dengan narasi-narasi yang disampaikan oleh para pimpinan dan anggota pansus merupakan diksi pertentangan terhadap KPK. Tentu kepercayaan publik terhadap pansus sangat rendah dan cenderung menolak pansus ini. Hal ini dikarenakan beberapa anggota pansus disebut dalam kasus korupsi yang ditangani KPK,” kata Virgo.

Virgo yang juga merupakan penggagas petisi change.org/tolakhakangket itu mengatakan, “Suara kami tidak hanya sendiri. Kami juga menyertakan 45 ribu lebih suara yang tergabung dalam petisi online di change.org yang menolak hak angket dan meminta pansus angket untuk segera membubarkan diri. Petisi ini juga tidak menerima anggaran negara yang digunakan untuk pansus dan melemahkan KPK.”

Di pertemuan itu, Virgo juga mengatakan, “Suara kami mungkin tidak sebesar suara yang para anggota DPR raih dalam pemilu dan mengantarkan duduk di DPR. Tapi suara ini berharap dapat mengembalikan langkah anggota DPR untuk kembali ke jalan yang benar. Jalan yang sesuai dengan nalar publik yaitu membubarkan pansus angket KPK ini.”

Di laman petisi change.org juga terdapat petisi yang mendukung hak angket tersebut dan sudah ditandatangani 135 orang.