The 2nd Zurkhaneh International Championship, kejuaraan  olahraga tradisional asal Iran telah memasuki hari kedua pada event internasional TAFISA World Sport for All Games yang diselenggarakan di GOR Cempaka Putih di Jakarta Pusat.

Pegulat Azerbaijan Rasul Safarov (bawah) dan pegulat Afghanistan Moshtaq Hasan (atas) berlaga di kelas 50-60 Kg pada ajang The 2nd Zurkhaneh Sports & Koshti Pahlevani World Championship rangkaian dari The 6th TAFISA World Sport for All Games 2016 di GOR Cempaka Putih, Jakarta, Senin (10/10). Kejuaraan tersebut diikuti 15 negara. Media Center TAFISA/ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf/kye/16.

Meskipun olahraga tradisional Iran ini masih terbilang baru untuk masyarakat Indonesia, namun tim nasional zurkhaneh Indonesia, di bawah asuhan Bramidi yang bertindak sebagai pelatih untuk TAFISA Games 2016 dapat tampil memukau pada Minggu (10/9) siang. Hal ini disampaikan oleh Dr. Yalfani – Vice President International Zurkhaneh Sports Federation in Iran berkomentar, “Saya senang melihat gerakan tim nasional Indonesia.”

Pegulat Iran Mohamad Hajsadeghi (kiri) dan pegulat Irak Haydar Abdul Amer (kanan) berlaga di kelas 60-70 Kg pada ajang The 2nd Zurkhaneh Sports & Koshti Pahlevani World Championship rangkaian dari The 6th TAFISA World Sport for All Games 2016 di GOR Cempaka Putih, Jakarta, Senin (10/10). Kejuaraan tersebut diikuti 15 negara. Media Center TAFISA/ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf/kye/16.

Dr. Yalfani juga menjelaskan, bahwa olahraga tradisional zurkhaneh merupakan olahraga yang baik bagi kesehatan tubuh; fisik dan mental. “Semua orang harus mengetahui bahwa olahraga ini sangat membawa manfaat untuk tubuh kita – iringan musik yang khas dapat memudahkan otak untuk berpikir,” tambah pria asal Iran tersebut menggunakan bahasa Inggris.

Penanggung jawab olahraga tradisional zurkhaneh untuk TAFISA Games 2016, Ahmad Kholil, berharap event ini dapat memberikan warna baru untuk olahraga Indonesia. Olahraga tradisional Iran ini menggabungkan seni bela diri, latihan fisik, dan diiringi oleh musik. Zurkhaneh sendiri merupakan nama tempat di Iran yang dahulu kala dipakai sebagai tempat ritual untuk sebuah sistem olah tubuh yang bertujuan melatih Ksatria Iran, sementara olahraga gulat tradisional Iran sendiri bernama koshti pahlevani. (Photos: Media Center TAFISA/ANTARA FOTO/Widodo S. Yusuf)