Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi tak sekadar mengunjungi ajang International Traditional Sports & Games (TSG) Demonstration. Tapi, dalam acara yang jadi bagian TAFISA Games 2016 itu, Menpora bahkan turun gunung. Ia ikut beraksi. Demo di TSG itu memang jadi bagian yang paling disukai para peserta TAFISA.

Berlokasi di Ecopark Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, tak kurang dari 20 negara peserta asing memenuhi lingkungan yang memang ramah dengan alam. Mereka begitu antusias mempertunjukkan permainan dan olahraga negeri masing-masing. Indonesia menampilkan sejumlah permainan tradisional dari berbagai provinsi, mulai dari Sumatera hingga Papua.

Sejumlah mahasiswa Universitas Negeri Jakarta bermain bola pantai pada acara Water and Beach Sport Festival dalam rangkaian The 6th TAFISA World Sport for All Games 2016 di Pantai Ancol, Jakarta, Sabtu (8/10). Sebanyak 87 negara mengikuti kegiatan olahraga rekreasi dan permainan yang berlangsung pada 6-12 Oktober 2016. Media Center TAFISA/ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf/Spt/16.

Antusiasme itu pun tak pelak menggugah Menpora Imam buat ambil bagian saat satroni Ecopark, Sabtu 8 Oktober 2016. Ia sendiri turun ke arena. Menteri yang juga akrab disapa Cak Imam itu mampir ke stand Jawa Barat, bergabung dengan Komunitas Hong. Ia antara lain menjajal beberapa permainan gasing, bedil bambu, dan gatrik yang disediakan Hong.

Sehari sebelumnya, Imam juga mampir buat hadiri ekshibisi Poco-poco. Di situ ia juga turut gerakkan tubuh bersama para peserta Poco-poco. “Semua kegiatan positif, apalagi yang bersifat tradisi harus dipelihara dan dikembangkan agar tak punah” kata Imam yang juga menjajal Chapel, olahraga tradisi Polandia, Sabtu 8 Oktober 2016.

Kontingen Afrika Selatan membawa bendera negaranya saat mengikuti pembukaan The 6th TAFISA World Sport for All Games 2016 di Ancol, Jakarta, Sabtu (8/10). Perhelatan olah raga rekreasi dan permainan dunia bertema Unity in Diversity yang diikuti 84 negara itu dijadwalkan berlangsung hingga 12 Oktober 2016. Media Center TAFISA/ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/kye/16

Ungkapan Imam diamini Zaini Alif. Ketua Komunitas Hong itu bahkan berharap aktivitas macam TAFISA ini dimanfaatkan Indonesia secara maksimal. Lelaki yang juga Doktor dan peneliti permainan tradisional jebolan seni rupa Institut Teknologi Bandung itu menyebut, ajang ini ingin membuka mata dunia atas kekayaan ragam tradisi dan budaya Tanah Air.

“Kita punya tak kurang dari 2.600 permainan tradisional, di Pulau Jawa saja ada 1300 permainan, termasuk galasin (hadang),” ungkap Zaini, yang demi bersiap di TAFISA Games 2016 ini rela batalkan pertunjukan ke Australia dan Serbia, yang sejatinya dilakukan pada 18 September-8 Oktober 2016.

Peserta menerbangkan layang-layang berbahan daun Kolope ketika pemecahan rekor dunia yang diprakarsai Masyarakat Layang-Layang Indonesia pada The 6th TAFISA World Sport for All Games 2016 di Jakarta Garden City, Jakarta, Jumat (7/10). Layang-layang dengan tinggi 5,2 meter dan lebar 4,5 meter itu berhasil tercatat sebagai layang-layang berbahan daun terbesar versi Guinness Book of Record setelah diterbangkan selama 20 menit. Media Center TAFISA/ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/Spt/16

Partisipan yang juga mendapat kehormatan dari Menpora adalah Polandia. Negara dengan bendera Putih-Merah itu di TAFISA tampilkan 4 permainan. Selain chapel, juga ada ring, net bell, serta ringgo. Menpora Imam berkesempatan menjajal chapel, sejenis permainan catur, yang mematikan lawan dengan melempar ‘pion’ musuh.

“Kami juga punya ringgo, permainan individu dan keluarga. Bisa sendirian, juga bisa berdua dan bertiga. Dari permainan itu kami melatih akurasi dan kekuatan, yang artinya juga menjaga kesehatan fisik,” kata Michael Bronikowski, pimpinan delegasi Polandia.

Bronikowski yang juga dosen di Physic & Education Academy Polandia itu sangat terpesona dengan kegiatan yang berbau tradisi. Ia menikmati olahraga tradisi negara lain dan gencar memperkenalkan berbagai tradisi dari negerinya. Buat kian sukseskan misinya, Bronikoskwi didampingi Michal Jelinski, atlet rowing Polandia yang meraih medali emas Olimpiade 2012 London.
Antusiasme juga ditunjukkan delegasi dari Korea Selatan. Meski sebagian anggotanya kurang fasih berbahasa Inggris, mereka tetap bersemangat, termasuk saat praktikkan Hangung. Permainan itu mirip dengan dart, tapi bukan dengan anak panah melainkan dengan magnet. Agenda International Traditional Sports & Games Demonstration akan berlangsung hingga Minggu 9 Oktober. (Photos: Media Center TAFISA/ANTARA FOTO/Widodo S. Yusuf & Wahyu Putro A)