Bali Sports Foundation (BFS), dalam kemitraan dengan TAFISA Games 2016 menghelat pertandingan wheelchair rugby di Jakarta Intercultural School (JIS), Jakarta Selatan. Wheelchair rugby atau rugby kursi roda merupakan sebuah pertandingan olahraga rugby yang dimainkan oleh atlet disabilitas. Pertandingan cabang olahraga khusus ini tidak hanya menunjukan bahwa kurangnya keadaan fisik yang dimiliki para atlet tidak mengurangi semangat mereka melakukan aktifitas olahraga dan meraih prestasi, namun sekaligus memperlihatkan TAFISA Games sejatinya perhelatan olahraga untuk segala kalangan.

Chief Executive Officer (CEO) Bali Sports Foundation, Rodney Holt menjelaskan; “Pertandingan wheelchair rugby di TAFISA Games 2016 merupakan yang terbesar di Asia – yang diikuti oleh enam negara; Indonesia, Malaysia, Singapore, Korea, India, dan Timor Leste.” Lebih jauh Holt mengatakan bahwa tim nasional wheelchair rugby Indonesia pernah berpartisipasi di Asia Para Games 2014 Korea Selatan. Bertanding di ajang TAFISA Games 2016 ini menjadi kesempatan besar bagi kami untuk dapat memperkenalkan olahraga ini, khususnya untuk masyarakat Indonesia itu sendiri,” tutup pria asal Italia ini saat diwawancarai.

Kontingen Korea Selatan mengibarkan bendera negaranya saat mengikuti pembukaan The 6th TAFISA World Sport for All Games 2016 di Ancol, Jakarta, Sabtu (8/10). Perhelatan olah raga rekreasi dan permainan dunia bertema Unity in Diversity yang diikuti 84 negara itu dijadwalkan berlangsung hingga 12 Oktober 2016. Media Center TAFISA/ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/kye/16

Pertandingan wheelchair rugby pada TAFISA Games 2016 dimulai pada Jumat, 7 Oktober dan akan berakhir pada Minggu, 9 Oktober. “Sudah dua pertandingan yang dimenangkan oleh tim nasional wheelchair rugby Indonesia hingga saat ini; pertandingan pertama Indonesia unggul 46 – 37 atas Thailand pada Jumat malam, dan keunggulan 57 – 23 atas keberhasilan Indonesia menghadapi Singapura pagi ini.”, ujar Roy sebagai pelatih tim nasional wheelchair rugby Indonesia untuk TAFISA Games 2016.

Peserta mengikuti upaya memecahkan rekor dunia egrang terbanyak pada ajang The 6th TAFISA World Sport for All Games 2016 di JI Expo, Jakarta, Sabtu (8/10). Rekor dunia egrang terbanyak yang dipegang oleh Belanda gagal terpecahkan setelah sekitar 10 persen dari total 1.200 orang peserta tidak mampu berjalan mencapai 100 meter dan pada percobaan kedua hanya diikuti 674 peserta. Media Center TAFISA/ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/kye/16

Kemenangan Indonesia atas Singapura pada Sabtu, 8 Oktober disambut baik. Jeremy Yeo, pelatih tim nasional Wheelchair Rugby Singapore mengatakan, “Tim Indonesia mengajarkan Singapura banyak hal; seperti manufer, mengumpan bola, dan menepis bola.” Ini merupakan kali pertamanya tim wheelchair rugby Singapore ikut dalam turnamen, tutup Jeremy Yeo penuh semangat. (Photos: Media Center TAFISA/ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)