Enam minggu murid Akademi Kuliner Gredos San Diego College, Spanyol yaitu Guerlemo Prado Yebra, Ruth Argiz Guillen dan Maria Almudena Sanchez Lopez mengekplorasi masakan Indonesia, khususnya masakan Padang dengan menggabungkan teknik memasak Spanyol dan tradisional Indonesia berhasil menciptakan menu fusion tanpa meninggalkan citarasa Indonesia.

Chef Marco Lim Executive Chef Marco Padang, mengungkapkan kebanggaannya terhadap tiga siswa Gredos San Diego School yang sangat semangat belajar masakan Indonesia, “Saya senang dengan antusias Guierlemo, Ruth, dan Maria dalam mempelajari cara pengolahan masakan Padang yang cukup rumit ini, terlebih mereka juga harus menghafalkan puluhan bahan dan bumbu utama pada setiap masakan Minang. Hasilnya adalah saat proyek kolaborasi diberikan, ketiganya berhasil menciptakan menu kolaborasi baru Padang – Spanyol dengan sangat baik”.

“Ini merupakan sebuah kebanggaan bagi Marco Padang dipilih sebagai tempat belajar masakan Padang (Minang) bagi ketiga murid Gredos San Diego School oleh Akademi Gastronomi Indonesia karena kami dapat membagi ilmu dan pengalaman dalam mengolah masakan Minang  khas Padang; apalagi program ini didukung oleh Kementerian Pariwisata RI melalui Tim Percepatan Pengembangan Destinasi Wisata Kuliner & Belanja,” tambah Manager F&B Marco Padang, Wanda Mahardi.

Melalui hasil kolaborasi Marco Padang bersama ketiga murid Gredos tercipta set menu kawin rasa dan budaya Padang-Spanyol terdiri dari Croquetas de Rendang & Chupito de Salmorejo, Sopa de Pescado and Ensalada, Brocheta de Pollo al Ajillo, dan Crepe con crema de leche de coco y Jackfruit untuk pertama kali disajikan di Marco Padang.

Bagi Ruth, Guierlemo, and Maria, berada di Indonesia untuk mempelajari masakan Indonesia, khususnya Padang merupakan hal yang sangat luar biasa menyenangkan. Terlebih diberikan kesempatan untuk menciptakan menu kolaborasi yang nantinya dapat diperkenalkan di negara mereka berasal.

“Ini merupakan pengalaman yang sangat luar biasa bagi kami selain diberikan kesempatan mengenal lebih dalam kebudayaan Indonesia melalui ragam masakannya, khususnya Padang dengan ragam bumbu yang sangat banyak, hingga teknik mengolah masakannya,” ungkap Guierlemo Prado Yebra.

Hadirnya murid Seni Kuliner Gredos San Diego School di Marco Padang Peranakan adalah sebuah misi menyebarluaskan masakan Indonesia melalui pertukaran pelajar. Yang bukan hanya mempelajari ragam masakan Indonesia melalui program, tetapi juga filosofi dan cerita di balik makanan yang dipelajari.

Vita Datau Messakh, Ketua Akademi Gastronomi Indonesia (AGI) dan ketua Tim Percepatan Kuliner dan Belanja Kementrian Pariwisata RI mengatakan, “Mereka berniat mendalami cara memasak, serta mempelajari budaya dan cerita di balik masakan Indonesia. Marco Padang akan membimbing murid-murid Gredos mengerti cara memasak masakan Minang dengan aneka bumbu lengkapnya. Murid-murid itu akan diberikan sebuah proyek inovasi, dengan menggabungkan teknik-teknik Spanyol untuk menciptakan menu fusion tanpa meninggalkan citarasa Indonesia” Vita juga menjelaskan bahwa hasil dari menimba ilmu kuliner di Marco, pelajar sekolah masak Gredos San Diego School akan mempresentasikan hasil kolaborasi masakan lokal Indonesia dan Spanyol.

“Program ini erat dengan rencana aksi Percepatan Pengembangan Wisata Kuliner. Mengglobalkan makanan Indonesia bisa dicapai dengan cara bertukar Ilmu Pengetahuan Kuliner. Mereka yang nantinya kembali ke negaranya akan menjadi duta-duta kuliner Indonesia dengan membawa hasil inovasi dan kolaborasi masakan Indonesia-Spanyol. Mereka juga bisa memperkenalkan jenis kuliner khas itu pada komunitasnya,” tambah Vita.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik program ini, karena menurutnya Spanyol adalah negara yang industri pariwisatanya sangat maju. “Kontribusinya terhadap peningkatan ekonomi dan tenaga kerja sangat signifikan antara lain 5.1% dari tenaga kerja di sektor Pariwisata 2015,” ungkapnya.

“Selain itu Spanyol juga termasuk top 5 besar dunia. Jumlah kunjungan turis asingnya, sehingga banyak yang bisa dipelajari dari Spanyol dan diharapkan bisa memotivasi siswa-siswa dari negara lain untuk mempelajari asyiknya masakan Indonesia,” kata mantan Dirut PT Telkom ini. Melalui program ini, diharapkan percepatan dalam mengglobalisasikan masakan Indonesia dapat dipercepat tentunya dengan menambah jumlah murid dari negara-negara lain.