Dalam rangka hari bumi sedunia, Mercure Bandung Setiabudi bersama Accorhotels di Bandung menggalang aksi peduli terhadap bumi dengan membagikan eco-bag atau kantong ramah lingkungan yang yang bertujuan untuk mengganti penggunaan plastik saat berbelanja. Kegiatan ini merupakan realisasi dari CSR (Corporate Social Responsibility) dan komitment Accorhotels terhadap lingkungan sekitar dengan Sustainability Development Program yang dikenal sebagai Planet 21. Dengan Planet 21, Accor telah berkomitmen untuk melaksanakan 21 inisiatif yang dikelompokkan ke dalam tujuh pilar program untuk mendukung: Kesehatan, Alam, Karbon, Inovasi, Lokal, Pendidikan Karyawan dan Dialog dengan masyarakat.

Kegiatan yang bertemakan ‘Diet Kantong Plastik’ ini secara langsung menghimbau dan menyebarkan semangat pada masyarakat dalam pengurangan penggunaan kantong plastik yang berdampak buruk terhadap lingkungan. Plastik berbahaya bagi lingkungan diantaranya karena dapat memicu perubahan iklim, jika dibakar dapat menyebabkan pencemaran udara, merupakan bahan yang sulit terurai oleh mikroorganisme, dan merusak ekosistem air dan tanah.

Aksi diet kantong plastik ini dimulai dengan membagikan 50 eco-bag kepada masyarakat sekitar hotel dan kegiatannya berpuncak pada pembagian eco-bag di Setiabudhi Supermarket pada hari Kamis, 21 April 2016. 50 eco-bags dibagikan diawal kepada 50 pengunjung pertama Setiabudhi Supermarket secara cuma-cuma. Selanjutnya, total 575 eco-bags Accorhotels, termasuk 150 eco-bag Mercure Bandung Setiabudi didistribusikan kepada pengunjung dengan minimum pembelanjaan Rp. 100.000. Surprise doorprize disisipi pada eco-bag tersebut berupa voucher gratis dari tiap-tiap unit Accorhotels di Bandung.

Menurut Iis Nurjanah, Human Resources Manager Mercure Bandung Setiabudi, gerakan diet kantong plastik ini sekaligus untuk mendukung peraturan daerah tentang program pengurangan sampah plastik. Mercure Bandung Setiabudi mendukung plastik berbayar untuk mereduksi penggunaan plastik sehingga menggunakan tas belanja sendiri lambat laun bisa menjadi gaya hidup masyarakat kota Bandung.