Perempuan Indonesia Harus Berkuasa Penuh Atas Seksualitasnya

Selaput dara adalah mitos dan kita harus berhenti mengidentikkan keperawanan dengan moralitas, menurut aktivis gender Firliana Purwanti dalam diskusi mengenai seksualitas sehat yang diadakan oleh majalah online Magdalene di Jakarta.

Menjadikan seks sebagai isu moral telah menciptakan kesenjangan gender dalam pengalaman seks orang-orang Indonesia, ujarnya dalam bincang-bincang bertema  “Equality in the Bedroom: The Art of Pleasure”, 18 September 2015. Acara bincang-bincang ini diselenggarakan lewat kerja sama dengan Laci Asmara, toko online untuk gaya hidup intim, sebagai bagian dari perayaan ulangtahun ke-2 Magdalene di Face Bar.

“Kurang dari sepertiga perempuan di Indonesia mengalami orgasme, dibandingkan dengan dua pertiga laki-laki. Hal ini menunjukkan kesenjangan yang luas dalam pengalaman seksualitas di negara ini,” ujar Firliana, penulis buku The ‘O’ Project, sebuah studi tentang perempuan Indonesia dan orgasme.

Pembicara lain dalam acara ini, seksolog Zoya Amirin, mengatakan salah kaprah terbesar mengenai seks adalah bahwa perempuan bukan makhluk seks. “Karena kesalahkaprahan ini, perempuan seringkali tidak merasa bertanggung jawab atas kebahagiaan seksualnya sendiri, dan mereka tidak mengambil sikap untuk menikmati keintiman seksual dengan pasangannya,” ujarnya.

Salah kaprah dan kesenjangan gender dalam pengalaman seks telah memicu banyak masalah, dari penyakit menular seksual dan disfungsi seksual sampai kekerasan dalam hubungan, menurut Dr. Nurlan Silitonga dari Klinik Angsamerah, yang fokus pada pemberian layanan kesehatan seksual dan reproduksi. “Ini yang terjadi ketika seks dilihat sebagai sesuatu yang buruk,” tambahnya. “Padahal seks adalah sebuah anugerah.”

Ketiga pembicara menyerukan para perempuan Indonesia untuk berkuasa penuh atas tubuhnya dan bertanggung jawab atas kebahagiaan seksual mereka.

Acara ulangtahun ini disponsori oleh toko online Asmaraku, Ahimsa Jewelry, Vivo, Superslyde, Villa Moksha, Face Bar dan UFM. Acara ini juga didukung oleh Bliss Studio, Berry Hotel, Bliss Surfer Hotel, Kreafindo dan Surfer Girl.

Magdalene (magdalene.co) adalah majalah online Indonesia berbahasa Inggris yang fokus pada perempuan dan isu-isu yang mendorong persamaan, pemberdayaan, pluralisme dan toleransi, sebagai hal-hal fundamental untuk membangun masyarakat progresif dan berpandangan ke depan. Diluncurkan pada 26 September 2013, website ini semakin populer di kalangan perempuan dan laki-laki muda, urban, intelektual, berpikiran terbuka dan aktif secara sosial. Laci Asmara (laciasmara.com) adalah toko online yang menawarkan busana intim, instrumen cinta dan produk sensual yang esensial.