Resor peraih penghargaan yang terletak berhadapan dengan pantai, Conrad Bali, telah meluncurkan seri ketiga dari rangkaian pameran di Living Lobby Art yang menampilkan karya-karya berbakat dari tiga fotografer asal Bali yang sukses.

Pameran bertema “Tri Hita Karana”, yang artinya ‘Harmoni Antara Manusia dan Lingkungan’, akan berlangsung selama tiga bulan hingga 30 September mendatang.

Foto-foto yang dipamerkan merupakan hasil I Nengah Januartha (yang mengangkat topik tentang masyarakat), fotografer spesialis lanskap Made Pandu Wira Adnyana (tentang lingkungan) dan fotografer pemenang penghargaan Tjandra Hutama K (tentang kebudayaan).

Setiap fotografer menampilkan interpretasi khas akan suatu subyek dalam benang merah “Tri Hita Karana”, konsep inti yang mengacu pada akar sistem kepercayaan penduduk Bali, foto yang terekam kamera pun berdasarkan atas pemahaman pribadi atas masyarakat, kebudayaan, dan lingkungan.

Selama pameran berdurasi tiga bulan tersebut, ketiga fotografer akan mengadakan lokakarya setiap Sabtu dan Minggu bagi para tamu hotel, dengan mengajak mereka dalam “safari foto” di lokasi-lokasi tempat foto diambil, sembari memberi tips, instruksi dan masukan kepada partisipan akan konsep suatu gambar dan bagaimana mereka dapat menghubungkannya pada tema “Tri Hita Karana”.

Menurut General Manager Conrad Bali Jean-Sébastien Kling, “Pameran ini merupakan kesempatan emas bagi tamu untuk meresapi nilai sesungguhnya dari suatu tempat dalam konsep  ‘Tri Hita Karana’”.

“Bekerja bersama dengan para fotografer ini memberikan kesempatan kepada para tamu untuk terhubung dengan tiga pilar ‘Tri Hita Karana’ – yaitu masyarakat, lingkungan dan kebudayaan – serta mendapatkan masukan berharga akan kekuatan sejati, mistik dan keindahan suatu tempat tujuan.”

Para Fotografer

Lahir pada 1975, I Nengah Januartha berfokus pada sisi kemanusiaan dalam fotografi. Ia memenangi Humanity Photo Award (Indonesia) 2013 lalu dan telah memamerkan karyanya melalui sejumlah pameran. Dirinya menyenangi perannya sebagai pencerita dalam ritual khas Bali dan praktik-praktik tradisional dalam hidup.

Made Pandu Wira Adnyana yang mempelajari fotografi secara otodidak memiliki minat yang kuat akan lanskap, dan hal tersebut ditunjukkannya melalui pandangan pribadinya akan sebuah subyek saat dirinya berhadapan dengan kehampaan, keheningan, kedamaian dan keindahan dan bagaimana semua hal itu saling berhubungan satu dengan yang lainnya.

Perjalanan fotografer pemenang banyak penghargaan, Tjandra Hutama K, membawa penikmat fotonya ke jantung budaya Bali dalam pencampuran warna hitam dan putih dan warna-warna lain. Hasil karya pria 34 tahun ini menawarkan sekelumit dunia spiritual melalui referensi budaya dan sejarah yang ditampilkan melalui foto-fotonya.

Living Lobby Art Exhibition Series

Pameran“Tri Hita Karana” merupakan bagian ketiga dari empat rangkaian yang digelar di Living Lobby Art Exhibition Series, dirancang untuk memberikan wacana seni dan budaya Indonesia dan Bali kepada para tamu, menghubungkan mereka lebih dalam lagi dengan negara ini.

Seri pertama adalah peragaan busana dan pameran batik Iwan Tirta Private Collection yang dimulai Januari 2015 lalu dan menampilkan lokakarya membuat batik dibawah arahan direktur kreatif dan kepala desainer Era Soekamto. Dilanjutkan dengan pertunjukan klasik Indonesia ‘Wayang’, lokakarya dan pameran dihelat oleh seniman legendaris, I Wayan Wija dan I Ketut Sudiana.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai lokakarya dan pameran yang akan datang di  Lobby Art Exhibition, Conrad Bali, biografi seniman dan foto-foto beresolusi tinggi, silakan kunjungi  http://news.conradhotels.com/bali