• Mercure mengumumkan hasil survei internasional yang dilakukan oleh TNS Sofres
  • Survei Mercure – TNS Sofrès Maret 2015 – yang dilakukan kepada 5.500 individu responden dari 13 negara: Jerman, Italia, Brazil, Belgia, Spanyol, Portugal, Polandia, Belanda, Inggris, Perancis, Republik Rakyat Tiongkok, Jepang dan Australia.

Hotel-hotel Mercure menekankan keistimewaan lokal untuk menawarkan pengalaman otentik dan kesempatan memperluas jaring pertemanan bagi para tamu. Oleh karena itu, brand hotel Mercure sangat tertarik kepada tema persahabatan, melalui sebuah survei yang dilakukan bersama-sama dengan Institut TNS Sofres1. Survei tersebut, yang dilakukan kepada 5.500 individu responden dari 13 negara, memberikan sebuah pencerahan mengenai arti persahabatan di era Web 2.0 dan meningkatnya aktivitas wisata. Saat ini, apakah lebih mudah bagi Anda untuk memperluas jaringan pertemanan dan mencari teman-teman baru? Mercure mengumumkan penemuan penting survei ini.

Beberapa temuan penting dalam survei tersebut:

  • 56% responden mendapatkan teman baru ketika berwisata
  • 45% responden menjawab bahwa mereka menghubungi jaringan teman-teman mereka ketika 
berwisata
  • 77% responden menjawab bahwa mereka tetap saling mengontak teman-teman mereka 
ketika berwisata

Apa arti persahabatan di tahun 2015? 


Saat ini, lingkaran teman-teman dekat terdiri dari tiga hingga empat orang di seluruh negara di mana survei dilakukan, walaupun 7% responden berkebangsaan Perancis menyatakan bahwa mereka tidak memiliki teman dekat, responden Jepang adalah yang paling sedikit memiliki sahabat, sebanyak 16% responden mengatakan tidak memiliki teman dekat. 
Tidaklah mengejutkan, bagi sebagian besar responden arti persahabatan berarti saling berbagi, tidak pernah menghakimi dan selalu ada saat sahabat membutuhkan. Bahkan 83% responden berharap dapat selalu mengandalkan sahabat mereka.

Jaring pertemanan yang lebih luas dengan melakukan perjalanan!

Jaring pertemanan terus berevolusi dan telah bertransformasi karena meningkatnya perjalanan. Kita tidak lagi hanya berteman dengan orang-orang yang tinggal di sekitar kita, namun juga kita menjadi semakin dekat dengan orang-orang yang kita temui ketika melakukan perjalanan di dalam maupun di luar negeri.

Sebagai contoh, lebih dari setengah wisatawan yang menjadi responden (56%) mengatakan persahabatan mereka semakin erat selama berwisata. Orang Brazil (84%), dan yang paling mengejutkan adalah, orang Tiongkok (71%) paling antusias menjalin jaring pertemanan walaupun mereka paling sering menemui hambatan bahasa. Sebaliknya, orang Jepang adalah yang paling sedikit memiliki sahabat, dengan hanya 11% responden menyatakan bahwa mereka menjalin pertemanan selama berwisata.

Survei ini juga menemukan bahwa wisatawan menggunakan jaring pertemanan untuk merencanakan agenda dan mendengarkan saran penduduk setempat sebelum menjelajahi destinasi tujuan mereka dengan cara yang paling otentik.

Sebagai contoh, 45% wisatawan mengatakan bahwa mereka menghubungi jaringan teman-teman mereka ketika melakukan perjalanan. Mereka terlebih dahulu akan mencari informasi (49%) dan teman untuk berwisata (30%). Sama seperti rasa senang ketika mengenal penduduk setempat, para responden juga mengantisipasi jauh ke depan, di mana 35% responden merasa lebih tenang dapat mempercayai teman jika menghadapi masalah atau terjadi keadaan darurat. Orang Australia bahkan menghubungi jaringan teman-teman mereka untuk menanyakan apakah mereka dapat tinggal dengan jaringan teman-teman tersebut selama perjalanan (35% responden).

Masyarakat tetap terkoneksi pada saat liburan. 77% wisatawan tetap terkoneksi dengan teman-teman mereka! Perjalanan sekarang mencerminkan status, dan masyarakat berbagi hal-hal baru yang mereka temui dengan teman-teman mereka di rumah atau di kantor. Bagi responden sudah tidak jaman lagi menggunakan kartu pos, umumnya mereka akan menggunggah foto- foto (36%) atau status mereka (32%)!

Jejaring sosial (kembali) menciptakan ikatan persahabatan

Meskipun jejaring sosial tidak dapat menggantikan persahabatan yang tulus, hal ini melahirkan peluang baru untuk pertemuan dan dapat mempertahankan ikatan persahabatan. Hiraukan rasa malu, sekarang saatnya untuk bertemu di dunia maya: 44% pengguna jejaring sosial telah menjadi teman online dengan seseorang yang tidak pernah mereka temui sebelumnya! Dari seluruh pengguna jejaring sosial, responden Tiongkok adalah yang paling banyak menggalang persahabatan secara virtual, mengingat hampir 72% responden menjalin pertemanan secara online dengan orang-orang yang tidak pernah mereka temui sebelumnya. Orang Brazil berada di urutan berikutnya, yaitu hampir 67%. Sedangkan orang Perancis menduduki posisi terakhir dalam daftar ini karena hanya 26% pengguna jejaring sosial mengatakan bahwa mereka menjalin pertemanan secara online dengan orang yang belum pernah mereka temui.

Jejaring sosial juga dapat digunakan untuk tetap terkoneksi dengan teman di dunia “nyata”: 58% pengguna jejaring sosial meminta orang yang telah mereka temui untuk menjadi teman di dunia maya. Sekali lagi, orang Perancis lebih pemalu dengan hanya 42% responden menyatakan pernah melakukan hal ini, yang berarti mereka berada di posisi paling bawah dibandingkan dengan responden dari negara-negara lainnya.

Yang terakhir, internet mendorong terciptanya, dan yang paling penting, terjaganya persahabatan; masyarakat menemukan kembali para sahabat karib mereka ketika masih bersekolah di sekolah dasar (61% responden setuju hal ini merupakan manfaat utama dari jejaring sosial), mereka tidak melupakan ulang tahun orang-orang yang mereka sayangi (40%) dan mereka mengirimkan salam dan foto-foto kepada teman dan keluarga (51%), yang seluruhnya menciptakan rasa kedekatan dan berbagi setiap hari.

Siapa yang Anda ingin temui dengan adanya Teori Enam Derajat Keterpisahan?

Teori Enam Derajat Keterpisahan menyatakan bahwa kita semua hanya terpisah enam orang dari orang yang kita kenal di seluruh dunia. Sepertiga dari orang yang disurvei telah mendengar hal tersebut! Karena mereka sangat aktif di jejaring sosial, teori ini sangat dikenal di Republik Rakyat Tiongkok, di mana 67% responden sudah mengetahui hal tersebut.

Oleh karena itu, berdasarkan teori ini, setiap orang dapat memiliki hubungan yang berpotensi akan terkoneksi dengan orang yang sepertinya tidak dapat diakses. Apakah hal ini berarti bahwa George Clooney bisa menjadi salah satu teman yang “terpisah enam derajat” dari kita?

Untuk menjawab pertanyaan “Siapa orang yang ingin sekali Anda temui berkat Teori Enam Derajat Keterpisahan?”, seluruh responden Perancis mengatakan mereka ingin bertemu para selebriti, khususnya penyanyi, musisi atau DJ (14%), terutama wanita.

Tentang aktivitas “The Six Friends Theory” Mercure

Brand Mercure, yang hadir di 52 negara, menguji teori Enam Derajat Keterpisahan dalam aktivitas digital di seluruh dunia yang disebut “Six Friends Theory”. Seorang kandidat akan dipilih dan dibawa untuk bertemu dengan suku asli di Australia yaitu suku Aborigin, yang membuktikan bahwa mereka hanya terpisah enam derajat satu dengan yang lainnya. Permintaan akan aplikasi ini meraih sukses besar dan menjangkau lebih dari 5 juta pengguna jejaring sosial. Pemenang yang beruntung mendapatkan hadiah keliling dunia melalui jaringan hotel Mercure, berikut dengan agenda perjalanan yang membawanya ke lokasi lima orang tersebut yang menghubungkannya dengan suku Aborigin.

Metodologi Survei Mercure- TNS Sofres pada Maret 2015

Survei online ini berdasarkan sample dari 13 negara: Jerman, Italia, Brazil, Belgia, Spanyol, Polandia, Portugal, Belanda, Inggris, Perancis, Republik Rakyat Tiongkok, Jepang dan Australia. Total jumlah responden adalah 5.500 individu yang berumur 16 tahun sampai 65 tahun.

Tentang Mercure

Mercure adalah brand non-standar midscale Accor, operator hotel terkemuka di dunia dengan lebih dari 3.700 hotel, dan 180.000 karyawan di 92 negara. Hotel Mercure memiliki standar kualitas yang sama dan dioperasikan oleh para karyawan hotel yang berdedikasi. Apakah berada di pusat-pusat kota besar, di tepi laut, di kawasan pegunungan, masing-masing hotel Mercure menawarkan pengalaman yang otentik baik untuk para tamu yang melakukan perjalanan bisnis maupun wisatawan. Jaringan Hotel Mercure terdiri dari lebih dari 711 hotel di 52 negara di seluruh dunia dan merupakan perwujudan alternatif untuk hotel standardized ataupun independent hotel serta memadukan kekuatan jaringan internasional dengan para profesional dan kemampuan digital. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi http://www.mercure.com.

Tentang TNS Sorfes

TNS Sofres adalah pemimpin penyedia riset opini dan pemasaran di Perancis dan merupakan bagian dari TNS, pemimpin dalam projek riset ad-hoc internasional. TNS Sofres memberikan rekomendasi kepada para klien seputar strategi pengembangan khusus mengenai Brand & Komunikasi, Inovasi, Manajemen Pemangku Kepentingan dan Ritel & Shopper berdasarkan keahlian mendalam dan beragam solusi. Hadir di lebih dari 80 negara, TNS Sofres dan perusahaan-perusahaan TNS lainnya telah menjangkau lebih banyak konsumen di seluruh dunia dibandingkan yang lain dan memahami perilaku dan sikap individu di setiap negara dalam hal budaya, ekonomi dan politik.

TNS & TNS Sofres merupakan bagian dari Kantar, salah satu grup perusahaan informasi dan konsultasi terbesar di dunia. Silakan kunjungi www.tns-sofres.com untuk informasi lebih lanjut.