Pasang RFID Gratis Kendaraan Roda Empat di Jakarta

0
679

 

  • PT INTI Siapkan 4,9 Juta RFID Gratis Siap Pasang di Wilayah DKI Jakarta
  • Hindari Antrian, PT INTI Dorong Pendaftaran Kolektif – Minimal 150 Kendaraan

pom-bensinJakarta – PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) menegaskan kepada seluruh pemilik kendaraan roda empat dan lebih – baik kendaraan pribadi, dinas/pemerintah, atau swasta, khususnya di wilayah DKI Jakarta bahwa pemasangan alat RFID adalah bagian dari program pemerintah Sistem Monitoring dan Pengendalian Bahan Bakar Minyak (SMPBBM) yang tidak dipungut biaya sama sekali atau gratis.

 

“Biaya pemasangan RFID pada kendaraan roda empat dan lebih adalah Rp 0,- alias gratis – tidak benar berita yang menyatakan pemilik kendaraan harus membayar kepada petugas PT INTI atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) PT Pertamina sesudah bulan November atau periode tertentu,” ujar Adiaris, Direktur Operasi dan Teknik PT INTI.

 

Hal ini untuk menanggapi isu tidak benar yang beredar melaui pesan singkat Blackberry Messenger (BBM) atau rumor yang beredar beberapa hari ini yang menyatakan bahwa nantinya pemasangan RFID pada kendaraan roda empat dan lebih akan dikenakan biaya sebesar Rp 200.000,- sesudah November 2013.

 

“Yang benar adalah hingga akhir tahun 2013 atau akhir bulan Desember 2013, PT INTI menargetkan pemasangan sekitar 4,5 juta RFID pada kendaraan roda empat dan lebih di wilayah DKI Jakarta – PT INTI sendiri telah menyiapkan 4,9 juta buah RFID hingga akhir tahun nanti,” Adiaris menambahkan.

 

Sejalan dengan program di atas, saat ini PT INTI telah menyiapkan Posko Registrasi/Pendaftaran SMPBBM di 41 dari 276 SPBU Pertamina di wilayah DKI Jakarta.  Secara bertahap jumlah Posko Registrasi/Pendaftaran SMPBBM akan terus ditambah dan masyarakat dapat melihat lokasi per wilayah di situs resmi program SMPBBM di www.smpbbm.com

 

Untuk menghindari dan mengurangi antrian pendaftaran di SPBU Pertamina, PT INTI sebagai pelaksana program SMPBBM di lapangan, mendorong masyarakat baik individu atau kelompok untuk segera mendaftarkan secara kolektif maupun online. Untuk pendaftaran kolektif dapat menghubungi contact center Pertamina di nomor telepon (021) 500000. Selanjutnya petugas pendaftaran dan pemasangan RFID PT INTI akan mendatangi lokasi dan memasang RFID pada kendaraan milik masyarakat secara gratis.

 

“Masyarakat tidak perlu khawatir untuk pemasangan RFID di kendaraan mereka, karena PT INTI sudah menyiapkan seluruh infrastruktur pendukung di lapangan, termasuk Tim Registrasi/Pendaftaran yang jumlahnya akan ditambah secara signifikan hingga akhir tahun ini,” tambah Adiaris.

 

Sebagaimana diketahui, fungsi alat RFID adalah sebagai identitias digital pemilik kendaraan bermotor untuk membeli BBM bersubsidi, baik jenis Premium atau Solar pada SPBU PT Pertamina.  Nantinya seluruh kendaraan bermotor yang berjumlah sekitar 100 juta unit di seluruh Indonesia – terdiri dari 80 juta sepeda motor, 11 juta mobil penumpang, 6 juta truk, dan 3 juta bus wajib dipasang RFID untuk dapat membeli BBM Bersubsidi.

 

Dalam tahap awal pelaksanaan program SMPBBM, kendaraan roda empat dan lebih yang telah dipasang RFID akan dimonitor penggunaan BBM-nya sesaat setelah pengisian dilakukan pada SPBU PT Pertamina melalui nozzle (selang salur) yang ada.  Nantinya data pengisian BBM, baik subsidi atau non-subsidi per kendaraan akan dikirimkan ke pusat data PT Pertamina.

 

Hal di atas sesuai dengan Peraturan BPH Migas No.6/2013 Pasal 5 (Ayat 1) yang menyatakan bahwa: “Setiap kendaraan bermotor yang akan membeli BBM di penyalur wajib dipasang identitas yang dapat dipindai/dibaca secara elektronik oleh EDC di setiap Nozzle pada penyalur.”

 

Program SMPBBM adalah langkah awal Pertamina dalam upaya monitoring dan pengendalian penggunaan BBM – khususnya BBM bersubsidi, serta menjaga kestabilan harga bahan baku dan komoditas guna menunjang pembangunan nasional serta sebagai upaya terus menerus dalam menjaga besaran volume Bahan Bakar Minyak sebagaimana ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).