Lake Toba’s World Drum Festival 2013

- Advertisement -
- Advertisement -

SALAH satu perhatian etnomusikologi dalam mempelajari ekspresi kebudayaan musikal suatu tradisi adalah tehnik memainkan dan konstruksi instrumen musik dalam fungsi menyajikan  (menghasilkan) produk musikal. Dalam tradisi memainkan gendang, umumnya alat musik ini berfungsi sebagai pengiring melodi/lagu yang dimainkan oleh alat musik lain atau vokal melalui berbagai bentuk dan pola ritmis yang diciptakan; tetapi ada pula gendang yang fungsi dan perannya adalah memainkan melodi (membawa lagu) di dalam suatu komposisi musik. Gendang seperti ini disebut dengan drum chime (gendang pembawa melodi).

 

World Drum Festival_FDT2013_4Menurut catatan para ahli sejauh ini tradisi gendang jenis ini hanya terdapat di tiga tempat, satu di Uganda (Afrika Timur) dengan nama entenga, sedangkan dua lagi berada di Asia Tenggara, yaitu, di Myanmar dengan nama hsaing waing, dan di Indonesia, persisnya di tengah-tengah masyarakat Batak yang hidup di tepian Danau Toba. Yang menarik, di kawasan Danau Toba variannya banyak dan masing-masing dipelihara oleh lima sub-etnik Batak (Toba, Simalungun, Pakpak/Dairi, Karo, dan Mandailing). Drum chime yang terdapat di Toba disebut taganing, di Simalungun disebut Gondrang Sipitu-pitu, di Pakpak/Dairi disebut Genderang Merkata Si Siba, di Karo disebut Gendang Indung dan Gendang Anak, dan di Mandailing disebut Gordang Sambilan dan Gordang Lima.

 

Dalam sejarah tradisi drum chime di tiga tempat ini: di Afrika Timur tradisi ini pernah mengalami kepunahan dan menurut The New Grove Dictionary Music and Musician, baru direvitalisasi pada tahun 1993 yang lalu. Di tanah Batak, terutama di paroh akhir abad dua puluh, keberadaan taganing pernah dianggap sebagai “tradisi haram” sehingga tidak diperkenan untuk ditampilkan di gereja; sementara itu tradisi gordang sambilan di Mandailing sempat menghilang dari kegiatan masyarakat karena dianggap “haram” juga. Tradisi Gordang Lima, oleh karena fungsinya untuk upacara-upacara terkait kepercayaan asli dan status pemimpin spiritualnya(yang sering dituduh “dukun”) saat ini sudah tidak digunakan lagi oleh masyarakat Mandailing.

 

World Drum Festival_FDT2013_5Atas dasar keunikan dan pentingnya tradisi ini dalam konteks kehidupan kekinian dan fenomena globalisasi yang pada intinya sangat bergantung kepada potensi keunikan dan kearifan lokal, maka gagasan untuk menyelenggarakan Lake Toba’s World Drum Festival menjadi masuk akal dan sangat layak dilakukan di kawasan Danau Toba. Dengan cara ini diharapkan program pengembangan pariwisata budaya di kawasan Danau Toba ini bisa sekaligus menjadi sumbangan yang penting bagi pelestarian pusaka  tradisi gendang dunia yang memainkan melodi ini. Kita berharap di masa depan kawasan Danau Toba bisa menjadi “rumah” bagi tradisi gendang dunia, sekaligus menjadi tempat para maestro berbagi pengalaman kebudayaan musikal yang sangat penting dalam konteks globalisasi sekarang ini.

- Advertisement -

Latest news

Porsche Merchandise Available Online Through Tokopedia

With the original rules of retail disrupted due to the onset of the global pandemic, Porsche Centre Jakarta (PCJ) has invested...
- Advertisement -

2019 Sustainability Report

Multi Bintang Indonesia Shares Ambition to be a Leading Company in Sustainability in Indonesia Multi Bintang Indonesia, the...

A New Opening Koppi Store in Jogja

The much anticipated coffee chain Koppi has finally arrived in Jogjakarta. Koppi open its first store in Jogja on Thursday, 15...

Aman Tented Camps

Where Mother Nature Reigns Enveloped beneath soaring canopies and surrounded by unbounded magical scenery, Aman’s three tented camps...

Related news

Porsche Merchandise Available Online Through Tokopedia

With the original rules of retail disrupted due to the onset of the global pandemic, Porsche Centre Jakarta (PCJ) has invested...

2019 Sustainability Report

Multi Bintang Indonesia Shares Ambition to be a Leading Company in Sustainability in Indonesia Multi Bintang Indonesia, the...

A New Opening Koppi Store in Jogja

The much anticipated coffee chain Koppi has finally arrived in Jogjakarta. Koppi open its first store in Jogja on Thursday, 15...

Aman Tented Camps

Where Mother Nature Reigns Enveloped beneath soaring canopies and surrounded by unbounded magical scenery, Aman’s three tented camps...
- Advertisement -