Perolehan Laba Emirates Group Selama 25 Tahun

0
738

  • Emirates Group mencatat laba bersih sebesar AED 3.1 miliar (US$845 juta)
  • Emirates meningkatkan kapasitas terbesar di dalam sejarah maskapai penerbangan dengan bertambahnya 34 armada dan 10 destinasi baru
  • Emirates mencetak tonggak sejarah dengan mengangkut 34 juta penumpang
  • Emirates meraih keuntungan sebesarAED 2.3 miliar ( US$ 622 juta)
  • dNata meraih keuntungan sebesar AED 819 juta (US$ 223 juta)

Jakarta, 10 Mei 2013- Grup Emirates hari ini mengumumkan perolehan laba dan pertumbuhan bisnis di seluruh perusahaan selama 25 tahun berturut-turut di tengah adanya tekanan ekonomi global serta meningkatnya harga bahan bakar minyak. Tahun finansial ini ditutup dengan beberapa tonggak kapasitas yang positif di seluruh aspek bisnis Emirates.
Laporan Tahunan 2012-2013 Emirates Group yang diluncurkan hari ini membukukan laba bersih sebesar AED 3.1 miliar (US $ 845 juta), meningkat 34 persen dari tahun lalu. Bahkan dengan adanya tantangan eksternal, laba bersih Emirates Group mencapai AED 77.5 miliar (US$21.1 triliun) meningkat 17 persen dari hasil tahun lalu. Sementara saldo kas Emirates Group tumbuh sebesar 5 persen mencapai AED 27.0 miliar (US$7.3 miliar).

“Meraih keuntungan selama 25 tahun berturut-turut dalam tahun keuangan dengan peningkatan terbesar yang pernah kami capai, merupakan sebuah prestasi yang mengungkapkan kekuatan brand dan kepemimpinan kami,” kata Yang Mulia Sheikh Ahmed bin Saeed Al Maktoum, Pimpinan and Chief Executive dari Emirates Airline dan Group.

“Sepanjang tahun finansial 2012- 13, Emirates Group secara kolektif telah menginvestasikan sekitar AED 138 miliar (US$ 3,8 miliar) untuk pesawat baru, produk, layanan dan fasilitas serta hotel JW Marriot Marquis Hotel yang baru dibuka di Dubai. Investasi ini telah meningkatkan jumlah pelanggan dan kesadaran mereka atas brand kami di dunia.

Setiap dirham yang kami dapatkan, secara strategis diinvestasikan kembali ke dalam bisnis kami dan kegigihan inilah yang telah memungkinkan Emirates Group untuk mempertahankan keuntungan yang kuat dan konsisten dalam situasi yang menantang sekalipun.”

Meskipun lingkungan operasi sedang sulit, Emirates Grup tetap berinvestasi dan memperbanyak jumlah karyawan dan meningkatkan jumlah staf secara keseluruhan hinga mencapai 12 persen atau 68,000.

Emirates melanjutkan rencana pertumbuhan dan selama tahun ini melihat peningkatan terbesar dalam sejarah penerbangan dengan menerima 34 maskapai baru, sebuah pencapaian terbesar di dalam satu tahun dan prestasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pesawatpesawat ini telah di danai lebih dari US$ 7,8 miliar, dan untuk pertama kalinya dilakukan melalui beragam skema pembayaran. Kapasitas secara keseluruhan di ukur melalui Available Tonne Kilometres (ATKMs) yang telah meningkat sebanyak 5,5 miliar Kilometer ton. Peningkatan kapasitas lainnya termasuk peluncuran 10 destinasi baru di enam benua, pengiriman lebih dari 2 juta ton kargo untuk pertama kalinya dan membawa 5,4 juta penumpang tambahan dalam setahun belakangan ini yang merupakan peningkatan terbesar dalam satu tahun pembukuan.

Selama 2012-2103 , laporan bahan bakar Emirates meningkat sebesar 15 persen dari tahun lalu mencapai AED 27.9 miliar (US$ 7,6 miliar). Dengan meningkatnya total biaya operasional hingga 16 persen dibandingkan dengan peningkatan dari pendapatan sebesar 17 persen selama satu tahun terakhir.

“Menangani nilai tukar uang yang bergejolak, ditambah dengan pembayaran bahan bakar sebanyak 40 persen dari keseluruhan pengeluaran kami, memerlukan suatu solusi yang kuat,” tambah Sheikh Ahmed. “Bahkan dengan tantangan ini, kami terus berkembang dan tetap mendapatkan keuntungan walalupun bertolak belakang dengan kondisi industri penerbangan. Hal tersebut dikarenakan kami mengaplikasian model bisnis yang andal dan memahami keinginan pasar.”

“Agar tetap konsisten, strategi kami untuk tumbuh telah menuai keuntungan di tahun finansial ini, dengan pertumbuhan kapasitas terbesar kami. ,” kata Sheikh Ahmed. “Kapasitas kursi di penerbangan Emirates selama tiga tahun sebesar 80 persen meskipun peningkatan kapasitas naik sebesar 44 persen di periode yang sama. Hal ini menunjukkan produk kami tetap diminati di seluruh dunia. Selain itu,kapasitas kami diukur dari Available Tonne Kilometers atau Kilometer Ton yang tersedia, yang termasuk kapasitas penumpang dan kargo, telah melewati batas 40 milar kilometer ton – yang pertama untuk Emirates.”

Menegaskan kepercayaan finansial dan investasi yang kuat, Emirates meningatkan lebih dari AED 28.6 miliar (US$ 7,8 miliar) dalam pendanaan baru terutama untuk menjaga ekspansi armada yang terus berjalan, sebuah rekor yang besar untuk sebuah maskapai. Jumlah yang mengesankan ini termasuk US$587.5 juta untuk membiayai pesawat A380 tambahan yang menggunakan obligasi dari hutang pasar modal di Amerika Serikat Hal ini merupakan yang pertama kalinya untuk maskapai yadiluar Amerika Serikat. Emirates juga menerbitkan obligasi sukuk yang telah di amortisasi berjangka 10 tahun seharga US$ I miliyar dan meraih US$ 750 juta dengan 12 tahun obligasi yang cocok dengan siklus pembayaran untuk pesawat. Obligasi tersebut termasuk lebih dari AED 20 miliar (US$ 5,4 miliar) yang didapatkan melalui pemasukan dan penyewaan.

“Kami bergerak menuju tahun pembukuan yang baru dengan keyakinan dan visi yang jelas mengenai arah yang kami tuju. Untuk menjadi sukses dalam industri ini, kami paham bahwa diperlukan tekad yang bulat dan kami akan terus melakukan yang terbaik,” tambah Shekh Ahmed. “Kami berusaha untuk memberikan pengalaman pelanggan yang superior dan seiring dengan meningkatnya harapan pelanggan, kami akan terus berkembang sesuai dengan harapan kami. Dengan bantuan dari 68,000 tenaga kerja multikultur kami yang kuat, maka kami tidak akan ragu pada tahun yang akan datang akan lebih menguntungkan dari yang terakhir ini.”

Pendapatan Emirates mencapai rekor yang tinggi sebesar AED73,1 miliar (US$ 19,9 miliar) meningkat sebesar 17% dibandingkan dengan pembukuan di tahun 2011- 2012. Meskipun ratarata harga bahan bakar pesawat jet tidak meningkat selama setahun belakangan, namun angka tersebut tetap tinggi dan telah mempengaruhi keuntungan Emirates, dengan keuntungan yang didapat Emirates sebesar AED 2,3 miliar (US$ 622 juta) menggambarkan sebuah peningkatan sebesar 52% setahun terakhir.

Emirates mengangkut 39,4 juta penumpang, meningkat sebesar 16 persen,Emirates mencatat pertumbuhan Passenger Seat Factor atau faktor kursi penumpang hingga 80 persen, konsisten dengan hasil tahun sebelumnya. Dengan peningkatan kapasitas kursi dalam – Available Seat Kilometres (ASKMs) sebesar 18 persen, hasil tersebut menggarisbawahi keinginan kuat dari konsumen untuk terbang bersama Emirates.

Pendapatan dari penumpang meningkat sebesar 30.5 fils (US8.3 sen) per Revenue Passenger Kilometre (RPKM).

Pendapatan yang dihasilkan dari seluruh enam wilayah Emirates terus seimbang, tidak ada daerah yang memberikan kontribusi lebih dari 30 persen dari pendapatan keseluruhan. Asia Timur dan Australasia tetap menjadi daerah dengan dengan kontribusi sebesar AED 20,9 miliar (US$ 5.7 miliar) naik 15 persen semenjak 2011-12. Eropa, naik 18 persen senilai AED 20,1 miliar (US$ 4.6 miliar) dan Amerika mencatat 24 persen untuk AED 8,3 miliar (US$ 2.3 miliar) juga terlihat pertumbuhan yang signifikan, yang mencerminkan tujuan baru serta peningkatan frekuensi dan kapasitas untuk wilayah ini. Sedangkan pada belahan dunia lainnya, Emirates melihat peningkatan pendapatan yang kuat dari Asia Barat dan Samudera Hindia naik 13 persen atau senilai AED 8,0 miliar (US$ 2.2 miliar).
Wilayah Teluk dan Timur Tengah meningkat 13 persen atau senilai AED 7,1 miliar (US$ 1.9 miliar ) dan Afrika mencapai pendapatan sebesar AED 6,7 miliar (US$ 1.7 miliar) atau naik 10 persen. Sedangkan untuk faktor kursi, Emirates tetap berada di posisi yang kuat walaupun keadaan finansial global yang tidak tentu. Faktor kursi kelas premium dan secara keseluruhan untuk pesawat A380 yang bahkan lebih tinggi, menggarisbawahi adanya permintaan yang kuat akan produk ini.
Dengan 198 pesawat yang telah dipesan senilai US$ 71 miliar, digabungkan dengan meningkatnya lalu lintas penumpang pesawat, Emirates akan terus mendorong laju pertumbuhan ekonomi di negara yang dilayaninya.

Terus maju secara pasti dari rencana ekspansinya, Emirates telah menerima 34 pesawat berbadan lebar selama setahun terakhir termasuk 20 Boeing 777-300ER, 10 Airbus A380 dan 4 Boeing 777LRF dibandingkan tahun lalu yang hanya sekitar 22 pesawat. Dengan peningkatan armada tersebut, Emirates membuka 10 destinasi baru yaitu Ho Chi Minh, Barcelona, Lisbon, Erbil, Washington, DC, Adelaide, Lyon, Phuket, Warsawa dan Algiers.

Untuk tahun 2013- 2014, Emirates merencanakan untuk mengumumkan empat rute baru yaitu; Haneda, Clark di Filipina, Stockholm dan Milan hingga New York.

Destinasi baru untuk armada A380 di tahun 2012- 2013 yaitu: Amsterdam, Melbourne, Singapura dan Moskow. Menjadikan total destinasi untuk A380 menjadi 21 kota. Selain itu, A380 yang kedua telah ditempatkan untuk rute Paris dan New York, sehingga kedua rute tersebut terdapat dua kali penerbangan dalam sehari. Dua maskapai penerbangan kami ke London Heathrow juga telah di ganti menggunakan A380s, sehingga terdapat lima kali penerbangan secara keseluruhan dengan A380.

Fokus kepada keinginan dari pelanggan, Emirates membuka tiga ruang tunggu baru di bandara pada periode 2012-2013 termasuk di Milan dan lounge kKelas Bisnis dan Kelas Utama di Concourse A.

Fasilitas di Bandara Dubai termasuk yang terbesar di dunia dengan Emirates lounge sebanyak 35. Ruang tunggu untuk penumpang bisnis di Concourse C di Bandara Internasional Dubai telah diperbarui untuk memberikan pengalaman yang nyaman untuk para penumpang.

Bertentangan dengan tren industri, tahun keuangan 2012-2013 telah menjadi satu momen yang kuat untuk Emirates SkyCargo yang untuk pertama kalinya mencatat laba bersih lebih dari AED 10 miliar mencapai US$10,3 miliar (US$2.8 miliar), meningkat 8 persen dari tahun sebelumnya.

Kapasitas Emirates SkyCargo meningkat 16 persen mencapai 2,1 miliar ton di sebuah pasar yang sedang menurun. Hal tersebut membuktikan bahwa SkyCargo mempunyai kemampuan untuk tumbuh melawan situasi industri yang kurang menjanjikan. Tahun ini, hasil pengiriman Freight Tonne Kilometre menurun 6 persen.

Berkontribusi sebesar 15 persen dari pendapatan transportasi total, Emirates SkyCargo, terus memegang peran penting dalam operasi perusahaan yang kian berkembang.

Pada akhir tahun keuangan, armada Emirates SkyCargo berjumlah 10 – delapan armada disewa dan dua armada sedang dalam kondisi wet lease.

Divisi Destination dan Leisure Management (D&LM) Emirates melihat pendapatan sebesar AED 445 juta (US$ 66.8 juta) yang meningkat sebesar 15 persen dari tahun lalu. Dukungan positif juga diberikan saat pembukaan hotel JW Marriot Marquis di Dubai yang telah menjadi hotel tertinggi di dunia pada akhir tahun 2012.

Selama 53 tahun, dnata mencatat keberhasilan tertinggi pada 2012-13. Dengan peningkatan sebesar 15 persen dari tahun lalu. Pendapatan dnata tumbuh menjadi AED 6,6 miliar (US$ 1.8 miliar). Secara keseluruhan dnata dapat tumbuh melebihi rekor tahun lalu sebesar AED 819 juta (US$ 223 juta). Lebih dari 46 persen pendapatan datang dari bisnis internasional dnata. Angka tahun ini telah mencapai jumlah hasil setahun penuh dari Travel Republic dan pembentukan katering baru terkait Alpha LSG Join Ventur (JV) di Inggris antara dnata dan LSG Skychefs. Perusahaan gabungan ini hanya dilaporkan pada level perusahaan dan angka tahun lalu telah di sesuaikan untuk perbandingan.

Pertumbuhan internasional dnata bertambah dengan beberapa portfolio termasuk akuisisi En Route International Ltd yang merupakan pemasok roti dan solusi makanan kemasan, kerjasama dengan katering penerbangan the Newrest Group dan Mentor Africa dan perkembangan dari pengeluaran pusat logistic kargo sebesar 20 hektar bernama dnata City dalam meningkatkan  mutu layanan kargo di London Heathrow Airport.

Pendapatan operasional meningkat sebesar 7 persen mencapai AED 2,5 Milyar (US$ 674 Juta) merupakan pendapatan terbesar dari dnata’s airport. Perkembangan positif adalah dorongan utama dalam penguatan pertumbuhan di Dubai dan di beberapa wilayah operasional global dnata.

Pendapatan dari katering penerbangan dnata terhitung sebesar AED 1,4 milyar (US$ 383 Juta) dari keseluruhan pendapatan naik 16 persen, menyediakan hampir 29 juta makanan selama setahun.

Divisi kargo dnta naik sebesar 7 persen menjadi AED 1,1 Milyar (US$ 293 Juta) seiring dengan pertumbuhan volume bisnis di bandara Dubai World Central dan dengan memperluas  kegiatannya di bandara Internasional Dubai.

Peningkatan biaya operasional dnta selama setahun sebesar 17 persen pada AED 5,8 milyar (US$ 1.6 milyar). Pertumbuhan ini telah dipengaruhi oleh Travel Republic yang telah integrasi.

Hingga 31 Maret 2013, Grup dnta telah mempekerjakan 68,000 pekerja lebih dari 80 perusahaan yang mewakili 160 kebangsaan yang berbeda. Laporan tahunan lengkap 2012-13 Grup Emirates yang terdiri dari dnta dan anak perusahaannya – tersedia di: www.theemiratesgroup.com/annualreport