Spondylosis Cervical

0
1171

Jangan Abaikan Gejala Kesemutan

Balikpapan, 10 Maret 2013. Pernahkah Anda menyadari bahwa gerakan sehari-hari yang dilakukan mungkin berpotensi menyebabkan gangguan serius pada kesehatan. Spondylosis Cervical atau yang lebih popular dengan nama Spondilosis Leher (terjepit saraf tulang leher), misalnya, gejala awalnya ringan – hanya kesemutan, namun penderita dapat mengalami kelumpuhan.

Dikatakan oleh dr. M. Sofyanto, SpBS, Spesialis bedah saraf dari RS Bedah Surabaya, hal ini terjadi akibat sumsum saraf leher terjepit bantalan sendi leher yang lepas atau tertekan oleh pengapuran. Dari gejala ringan, keluhan semakin berat berupa nyeri leher, bahu, belikat, tangan, jari bahkan melemah hingga tak mampu menulis, pegang gelas bisa jatuh. Jika dibiarkan berlanjut menjadi gangguan buang air, tidak dapat menahan air seni dan bahkan gangguan seksual.

Dalam media briefing mengenai Spondylosis Cervical yang diadakan oleh Brain&Spine Community di Hotel Gran Senyiur-Balikpapan, dr. Sofyan menegaskan, “Spondilosis leher kebanyakan disebabkan karena tubuh kurang bergerak atau salah melakukan gerakan yang lama kelamaan menjadi kebiasaan. Meski demikian, tidak semua penderita Spondilosis Leher memerlukan operasi. Indikasi operasi leher cukup ketat dengan teknik operasi bedah mikro (microsurgery).”

Seminar mengenai Spondilosis leher yang diadakan oleh Brain&Spine Community (BSC) ini merupakan rangkaian edukasi dari Gathering BSC yang didukung oleh RS Bedah Surabaya. Dalam BSC, para mantan pasien dapat berkomunikasi secara langsung dan saling mendukung satu sama lain, seraya memberikan edukasi melalui pemberian informasi yang benar dan tepat guna kepada masyarakat luas. DR. Lilih Dwi Priyanto, M.MT, ketua Brain Spine Community (BSC) mengatakan bahwa masyarakat perlu memahami pentingnya mengenal berbagai gejala ringan ini yang dialami oleh tubuh kita akibat aktifitas, sehingga bisa tidak mengabaikan gejala ringan yang terjadi pada bagian tubuh manapun.

Melalui Brain&Spine Community yang tersebar luas di berbagai penjuru wilayah Indonesia, para mantan pasien juga dapat memperoleh informasi terbaru dengan perawatan dan tindakan dengan teknologi terkini untuk mengatasi gangguan yang dialami.

Tentang Brain Spine Community

Brain Spine Community (BSC), adalah sebuah lembaga nirlaba yang memberi edukasi pada masyarakat mengenai sakit yang berada di lingkup bedah saraf diantaranya trigeminal neuralgia (sakit separuh wajah), hemifacial spasm (wajah merot) serta cervical (saraf yang terjepit di tulang leher). Saat ini, BSC telah memiliki puluhan relawan yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, yang sebagian besar adalah mantan pasien yang berhasil disembuhkan. Komunitas ini diketuai oleh DR. Lilih Dwi Priyanto, M.MT,  yang secara kebetulan adalah mantan pasien hemifacial spasm.

Lembar Fakta

SPONDYLOSIS CERVICAL

Spondylosis Cervical atau lebih dikenal dengan nama Spondilosis Leher (Terjepit saraf tulang leher) merupakan gangguan kesehatan dimana gejala awalnya ringan,- hanya kesemutan, namun penderita dapat mengalami kelumpuhan. Hal ini terjadi akibat sumsum saraf leher terjepit bantalan sendi leher yang lepas atau tertekan oleh pengapuran.

Keluhan semakin berat berupa nyeri leher, bahu, belikat, tangan, jari, bahkan melemah hingga tak mampu menulis. Jika dibiarkan berlanjut, gejala ini dapat menjadi gangguan buang air, tidak dapat menahan air seni dan bahkan gangguan seksual.

Tidak semua penderita Spondilosis Leher memerlukan operasi. Indikasi operasi leher cukup ketat dengan teknik operasi bedah mikro (microsurgery), hanya memerlukan bukaan 3 cm di leher depan tanpa jahitan. Dengan bantuan mikroskop khusus dan alat-alat monitoring di kamar operasi, semua tindakan bisa disaksikan langsung di monitor televise oleh keluarga penderita seraya berdiskusi dengan dokter.

Dalam operasi yang dikenal dengan nama Discoplasty atau cervical Disc Replacement ini, sendi leher yang rusak diganti baru dari bahan titanium dan batu zirconium. Selain mampu bergerak seperti aslinya, sendi baru ini juga tahan seumur hidup.

Pasca operasi, pasien sudah boleh dan mampu berdiri dan diijinkan pulang keesokan harinya (One Day Stand Up, next Day Go Home), bila tidak ada gangguan yang berarti dan bisa menggerakkan leher tanpa penyangga leher lagi, serta melakukan kegiatan sehari-hari secara normal.

Gejala Spondilosis Leher

  • Nyeri leher seperti menusuk dan terbakar yang menyiksa terutama di malam hari. Bhakan, nyeri menjalar ke atas sampai sekitar telinga, mata, dan kepala.
  • Nyeri kepala bisa satu atau dua sisi, kadang disertai migraine dan vertigo.
  • Nyeri di puncak bahu mencengkeram dan keras. Terkadang, nyeri bahkan bisa sampai ke dada.
  • Nyeri lengan menjalar sampai ke tangan, kesemutan, dan jari terasa lemah saat menggenggam.
  • Nyeri seperti sengatan listrik di tangan dan kaki, kaku di dada dan perut, bila semakin berat akan sulit menahan air seni (mengompol) hingga gangguan seksual.