Ekspansi, Peluang Emas yang Tersembunyi

0
612

Global Regus Survey: Perusahaan yang melakukan perdagangan di luar negeri sepertiga kali lebih mungkin meningkatkan keuntungan dibandingkan dengan yang diam di negeri sendiri.

Jakarta, 28 Maret 2013 – Di dunia yang terus-menerus dihadapkan dengan ketidakpastian ekonomi, perusahaan yang melakukan perdagangan internasional dilaporkan meraih pemasokan serta keuntungan yang signifikan dibandingkan dengan perusahaan yang bertahan dengan pasar domestiknya.

50% perusahaan global yang melakukan ekspor mengatakan bahwa keuntungan mereka meningkat dalam 12 bulan terakhir dibandingkan dengan  38% dari perusahaan-perusahaan yang hanya melakukan perdagangan domestik.

Walaupun Asia Tenggara merupakan kawasan tujuan yang paling menguntungkan   menurut para pebisnis Indonesia, namun kepopuleran Cina dan India semakin meningkat dengan pasar yang semakin menguntungkan.

Meskipun demikian berbagai kekhawatiran menghentikan banyak bisnis untuk beroperasi di luar negeri. Membangun citra di luar negeri, komplikasi sistem pajak asing, biaya properti dan dokumen, ketidakstabilan politik, dan bencana alam seperti banjir atau gempa bumi merupakan keprihatinan utama yang menghambat perusahaan Indonesia mengambil langkah besar yang juga menguntungkan yaitu melebarkan sayapnya ke luar negeri.

Semua itu adalah penemuan utama dari penelitian Global Survey kedua mengenai ekspor yang dilakukan oleh Regus, penyedia ruang  kerja berskala global, terhadap lebih dari 20.000 manajer bisnis senior di lebih dari 90 negara di seluruh dunia.

“Survei kami menunjukkan keuntungan yang didapat perusahaan dengan melakukan ekspansi ke luar negeri,” ucapJohn Henderson, Regional Director Regus. “Ada beberapa perbedaan substansial yang sangat jelas terlihat dalam pendapatan dan keuntungan. Perusahaan apapun – baik besar maupun kecil – yang belum melebarkan sayap ke pasar luar negeri seharusnya menjadikan  target ini sebagai resolusi utama tahun baru. Entah itu karena pasar domestik yang lambat atau pasar luar negeri yang sekarang lebih mudah menerima produk mereka, semua bisnis, dimanapun mereka berada, perlu menempatkan  pandangan mereka  lebih jauh.

“Selain pasar dalam negeri sendiri, hampir separuh dari bisnis global setuju bahwa Cina, dengan pertumbuhan kelas menengah dan peningkatan pendapatan per-kapita, merupakan wilayah  ideal untuk ekspansi. Eropa dapat dilihat sebagai tujuan ekspansi berikutnya, disebabkan  karena kerjasama ekspor yang telah ada sejak  lama di antara  zona Eropa dan keberadaan  negara dengan ekonomi yang kuat seperti Jerman dan Inggris.

“Perusahaan-perusahaan yang melakukan ekspor mengatakan bahwa perluasan pasar baru bukan merupakan sesuatu yang harus ditakuti, fasilitas seperti pusat bisnis Regus dapat membantu mengatasi rintangan  seperti dokumen dan biaya properti serta  memberikan perusahaan tempat lokal tanpa resiko keuangan yang secara tradisional selalu dikaitkan dengan ekspansi ke luar negeri.”

Temuan dan Statistik

  • Lebih dari 12 bulan terakhir, 50% perusahaan yang melakukan perdagangan internasional mengatakan keuntungan mereka meningkat dibandingkan dengan 38% perusahaan yang hanya  fokus terhadap perdagangan di dalam negeri.
  • Dalam periode yang sama, 59% perusahaan yang melakukan ekspor mengatakan bahwa pendapatan mereka meningkat dibandingkan dengan 37% perusahaan yang hanya fokus terhadap perdagangan di dalam negeri.
  • Di Indonesia, Asia Tenggara merupakan pasar terpopuler dengan rating 83% sebagai pasar yang paling menguntungkan. Cina (67%) dan India (46%) sebagai negara populer kedua serta ketiga diikuti oleh Amerika Selatan (17%) di posisi berikutnya..
  • Tujuh dari sepuluh (72%) perusahaan Indonesia mengatakan bahwa dokumen dan biaya properti merupakan hambatan terbesar untuk mendirikan cabang di luar negeri: 1) Mengelola pajak daerah dan regulasi (50%) dan manajemen resiko (37%) – termasuk resiko politik dan kemungkinan bencana alam seperti gempa bumi, angin topan, atau banjir – diikuti; 2) Perekrutan Manajer Senior juga merupakan perhatian sepertiga responden  di angka 33%; 3) Membangun citra di luar negeri adalah rintangan untuk 30% perusahaan.

Henderson merangkum, “Namun terlihat jelas bahwa ada tantangan besar yang dihadapi perusahaan yang ingin bergerak ke luar negeri. Setelah antusiasme awal memudar, perusahaan menemukan bahwa mereka terhalang oleh dokumen atau pita merah atau mengalami kesulitan  dalam membangun keberadaan secara fisik  di negara asing. Bisnis centre seperti  yang dijalankan oleh Regus yang berlokasi di negara tersebut, dapat menjadi jawaban karena mereka menyediakan ruang kerja yang fleksibel, keahlian bisnis lokal dan layanan administrasi yang terjangkau, memberikan perusahaan keberadaan di pasar lokal tanpa risiko keuangan yang secara tradisional dikaitkan dengan ekspansi ke luar negeri.”