Dampak Ganda Kampanye “Diabetes for Life”

0
573

SELAMA ini diabetes selalu dipandang sebagai penyakit nomor dua. Padahal, wabah penyakitnya hampir merata dialami oleh masyarakat di seluruh belahan dunia. Apalagi, potensinya untuk menggiring kita pada kematian pun tak kalah dengan penyakit-penyakit ‘pembunuh’ lainnya, seperti penyakit pembuluh darah, penyakit jantung, bahkan penyakit paru-paru kronis dan kanker!

Di Indonesia sendiri, prevalensi diabetes di daerah perkotaan sudah mencapai 5,7 persen. Organisasi kesehatan dunia WHO bahkan memperkirakan, di tahun 2030 nanti penyandang diabetes di Indonesia akan menembus angka 21,3 juta jiwa! Ini membuat Indonesia menduduki peringkat empat dalam urutan penderita diabetes terbesar dunia setelah Amerika Serikat, China, dan India.

Bahaya yang dibawa diam-diam oleh diabetes ini mengusik perhatian sebuah rumah sakit, Washington Hospital Center (WHC). Meski cukup sulit mengemas strategi komunikasi yang mudah dipahami namun menarik bagi publik Washington DC, WHC mampu menjawab tantangan ini melalui kampanye Diabetes for Life. Sebelumnya, WHC memang sudah tenar lantaran kesuksesannya menggalakkan program jantung hingga menjadi rujukan pengobatan jantung nasional, terutama untuk penyakit komplikasi yang juga melibatkan penyakit diabetes.

Tujuan kampanye Diabetes for Life adalah menempatkan WHC sebagai pemimpin dalam isu kesehatan umum untuk cakupan regional maupun nasional serta meningkatkan pengguna rumah sakit sebagai rujukan diabetes bagi mereka yang menderita komplikasi secara serius dan berhubungan dengan penyakit jantung. Selain itu, kampanye ini juga bertujuan untuk menghasilkan co-sponsorship guna menyokong kampanye dan meningkatkan kepedulian pribadi pasien.

Kampanye ini digarap serius. Selama masa kampanye, WHC mengimplementasikan strategi komunikasi yang terpadu. Mereka menciptakan logo yang penuh warna dan dramatis untuk kampanye Diabetes for Life. WHC juga membuat kotak Diabetes for Life yang unik sebagai colateral call-to-action yang dapat ditayangkan di TV. Mereka mengarahkan penelepon ke jalur dokter WHC, melakukan media briefing dengan mengundang Klub Media Nasional untuk mengumumkan hasil survei para dokter, mempromosikan kotak Diabetes for Life melalui iklan, memasukkan topik diabetes ke dalam majalah rumah sakit, mensponsori program Pendidikan Kesehatan Secara Berkelanjutan (Continuing Medical Education) untuk para dokter, sekaligus memunculkan tim diabetes di TV, radio, media cetak, dan web.

Sukses kampanye Diabetes for Life juga didukung oleh strategi menyentuh langsung masyarakat melalui seminar dibetes selama 4 hari penuh. Mereka menjangkau pula komunitas melalui sesi seminar yang lebih kecil, seperti di pusat komunitas Yahudi dan kantor pusat TV Black Entertainment (Black Entertainment Television). Untuk memperluas cakupan kampanye, Diabetes for Life ikut menjalin kemitraan dengan sponsor seperti CareFirst, BlueCross, dan BlueShield.

Lebih lanjut, kampanye ini bahkan menggandeng Perpustakan Umum DC dan meluncurkan program kerja sama bernama Diabetes for Life Learning Center. Program ini mempromosikan area penduduk bebas diabetes dan menjadi proyek percontohan nasional untuk kemitraan dengan rumah sakit atau perpustakaan. Program ini sepenuhnya dibiayai oleh kontribusi dan dana hibah dari pemerintah. Peluncuran kampanyenya pun dipimpin oleh Jerry Stackhouse, pendiri yayasan diabetes yang merupakan salah satu bintang NBA All-Star.

Tak heran, kampanye yang menargetkan pria dan wanita berusia di atas 40 tahun pengidap diabetes, ahli penyakit dalam, ahli jantung, dan dokter spesialis lain ini pun sukses besar. Dijalankan selama tiga tahun, Diabetes for Lifemenghasilkan gaung yang amat luas:

  • Lebih dari 11.000 orang menelepon ke hotline untuk memesan kotak diabetes, lebih dari 1.600 orang menghadiri seminar, 300 orang mengikuti kelas di Perpustakaan Umum DC selama 2 hari, 400 dokter menghadiri program edukasi secara berkelanjutan, hampir 4.000 orang melakukan pengecekan diabetes pada saat pameran, lebih dari 26.000 orang mengunjungi halaman diabetes pada website NBC4 pada 2003, dan lebih dari 100.000 orang mengunjungi halaman diabetes pada website hospital center selama masa kampanye
  • Rumah sakit menemukan bahwa biaya masuk sebesar 30% yang diberlakukan selama 3 tahun untuk pasien diabetes turut meningkatkan pendapatan rumah sakit sebesar USD 257 juta. Selama tiga tahun, terjadi peningkatan sebesar 12%
  • Perolehan pendapatan dari pemesanan kotak diabetes melalui telepon tercatat sebesar USD 8 juta
  • Survei pasar pada tahun 2003 menunjukkan bahwa 13.9% responden menyatakan bahwa diabetes adalah kekuatan WHC, naik lebih dari 3% dari tahun sebelumnya. Sementara itu, rumah sakit terdekat berikutnya hanya dikenal oleh 3,4% responden
  • Kampanye WHC menerima USD 165.000 dari sponsor dan turut berkontribusi atas meningkatnya siaran di TV
  • Diabetes Learning Center for Life menerima USD 100.000 dari hibah dan kontribusi
  • Kampanye WHC berhasil menghasilkan liputan dari media-media kondang seperti CNN, The Washington Post, U.S News and World report, USA Today, WebMD, Diabetes Forecast, AHA News, EPress, BET, dan Reuters
Dari hasil evaluasi tersebut, kita dapat melihat bahwa kampanye Diabetes For Life bukan hanya membangun pemahaman yang lebih baik terhadap diabetes, tapi juga menciptakan reputasi yang sangat positif bagi WHC. Pemahaman yang lebih baik tersebut diharapkan berujung pada penurunan angka prevalensi diabetes, dan pembangunan reputasi diharapkan dapat berdampak pada meluasnya dukungan materi maupun non material untuk pengembangan WHC yang berkelanjutan. Dengan demikian, dapat kita lihat bahwa kampanye ini memiliki dampak ganda: baik untuk masyarakat, baik pula untuk penyelenggaranya.

Meski memiliki angka penderita cukup tinggi, belum ada kampanye diabetes di Indonesia yang dikemas secara terintegrasi untuk menciptakan strategi komunikasi berdampak luas. Bahkan, sejauh ini, tak banyak kampanye diabetes yang digalakkan di tanah air. Tercatat hanya World Diabetic Day oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), kampanye Pandu Diabetes oleh Merck Indonesia (2003-2005), serta kampanye siaga 140 oleh Roche dalam rangka memperingati hari diabetes nasional setiap tanggal 12 Juli. Padahal, kita pun sebetulnya bisa menjadi penggerak kampanye masif untuk menyadarkan masyarakat akan bahaya diabetes.

Nah, marilah kita ciptakan kampanye diabetes berdampak ganda seperti Diabetes For Life. Untuk Indonesia, untuk masyarakat dan untuk keluarga kita. (Ayu Meganingrum dan Niken Hapsari)

Ayu Meganingrum is Fortune PR’s Principal Consultant for health care, pharmaceutical, fashion, beauty, and FMCG industrial practice. Her resume includes handling clients such as: PT. Roche Indonesia, PT. Bayer Indonesia, Pertamina, Tupperware, PT. Boehringer Ingelheim Indonesia, PT. Merck Indonesia, PT. Combiphar, Soyjoy,HiLo,Imeeden, Pynocare, and Freshkon.   

           

Copyright 2013 PT Fortune Pramana Rancang