Topeng Nusantara

- Advertisement -
- Advertisement -

HAMPIR sebagian besar suku-suku bangsa di Nusantara memiliki tradisi topeng dalam beragam bentuk dan fungsi. Tradisi ini telah mengakar sejak jaman pra-sejarah. Motivasi dibalik penggunaan topeng adalah untuk merepresentasikan ‘diri’ seseorang. Secara umum, bentuk topeng mengacu pada perwajahan manusia, yang diimitasi dengan bahan yang dapat menutupi karakter asli diri si pengguna.  

Setiap garis dan goresan yang digambarkan ke dalam topeng merupakan ekspresi yang menerjemahkan sifat-sifat dari individu yang diwakilinya. Sebagai fungsi kultural, sebuah topeng mengandung aspek artistik dan relijius.

Secara spiritual, sebuah topeng adalah wahana untuk menyimbolkan konsep keagamaan, bahkan memiliki kekuatan mistis. Sebagaimana yang terakhir, topeng adalah ekspresi simbolis yang timbul oleh reaksi untuk, dan impresi dari alam sekaligus budaya yang melingkupinya. Dari dulu hingga kini, topeng-topeng di Indonesia masih memiliki fungsi relijius dan secara perlahan mulai bergeser ke wilayah artistik.

- Advertisement -

Latest news

- Advertisement -

Related news

- Advertisement -