Kemdikbud Gelar Pameran Nominasi Warisan Budaya TakBenda

0
713

Kasubdit Program dan Evaluasi Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya, Ahmad Mahendra saat meresmikan pembukaan Pameran Nominasi Warisan Budaya TakBenda di Jakarta 8 Desember 2012

Jakarta, 8 Desember 2012. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Pameran Warisan Budaya TakBenda di Jakarta. Acara yang digelar secara gratis untuk umum ini diselenggarakan di Atrium Mangga Dua Square, kawasan Mangga Dua Jakarta Utara dan berlangsung Sabtu – Minggu, 8 – 9 Desember 2012 serta menampilkan beragam profil warisan budaya takbenda seperti Tenun Nusa Tenggara Timur, Noken Papua, Angklung, dll. Pameran ini diselenggarakan dengan memilih lokasi di pusat-pusat keramaian dengan maksud dapat menjaring penonton atau pengunjung. Dalam pameran ini terdapat demo pengrajin tenun dan jamu, selain itu juga ada pertunjukan kesenian Tari Tor tor dan musik dangdut yang menampilkan seniman dangdut terkenal, Ikke Nurjanah. Demo pengrajin dan pertunjukan kesenian ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat tentang warisan budaya yang akan didaftarkan tersebut sehingga masyarakat paham nilai-nilai apa saja yang terkandung di dalamnya.


Penampilan Tari Tor Tor Gondang Sembilan dari Sumatra Utara sebagai salah satu Nominator Warisan Budaya TakBenda

Sambutan Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Kacung Marijan Ph.D., yang disampaikan oleh Kasubdit Program dan Evaluasi, Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya (INDB) Ahmad Mahendra mengatakan: “Pameran ini merupakan ajang untuk memperkenalkan ragam warisan budaya dunia tak benda baik yang saat ini sudah terdaftar di UNESCO maupun yang sedang menjadi nominasi serta yang akan diusulkan berikutnya.” Lebih jauh Dirjen Kebudayaan menjelaskan bahwa Indonesia kaya akan aneka ragam budaya baik itu yang bersifat bendawi maupun yang tak benda. Untuk melestarikan warisan budaya tersebut, maka diperlukan pendaftaran warisan budaya tersebut ke UNESCO.

Pameran Nominasi Warisan Budaya TakBenda menampilkan sejumlah penampilan seni seperti Tari Tor Tor Gondang Sembilan dari Sumatra Utara yang disajikan saat pembukaan acara. Sejumlah penampilan musisi dangdut juga ikut memeriahkan acara ini selama dua hari. Satu hal yang istimewa adalah ikut dipamerkannya Tas Rajutan atau Ayaman Multifungsi Noken Kerajinan Tangan Rakyat Papua yang minggu lalu baru saja secara resmi ditetapkan masuk dalam Daftar UNESCO Warisan Budaya TakBenda yang memerlukan perlindungan mendesak.


Penampilan Ikke Nurjanah sebagai perwakilan dari musisi Dangdut yang merupakan Nominator Warisan Budaya TakBenda