Konferensi Internasional Bidang Teknik Biomedis

0
632

KONFERENSI internasional di bidang Teknik Biomedika dan Aplikasi Pengobatan atau ICBEMA (International Conference on Biomedical Engineering and Medical Applications) resmi dibuka hari ini (Jumat, 9 November 2012) di German Center, BSD City, Tangerang. Konferensi yang di selenggarakan oleh  Swiss German University ini dibuka oleh Prof. Dr. Amin Soebandrio selaku Deputy Menteri Negara Riset dan Tekhnologi yang mewakili Menteri Gusti Muhammad Hatta yang berhalangan hadir.
Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Prof. Amin Soebandrio, Menristek menyatakan arti pentingnya konferensi internasional ini untuk meningkatkan kembali Competitive Index Indonesia yang sempat menurun. Selain itu menurut Menristek, Asia akan memiliki kekuatan dan pengaruh yang sangat besar di masa yang akan datang, dan disokong oleh tiga Negara utama yaitu China, India dan Indonesia. Dengan adanya konferensi ini diharapkan bangsa Indonesia mampu untuk berperan lebih aktif dan memiliki tekhnologi dibidang pengobatan, sehingga bukan hanya sebagai konsumen saja.
Ketua Pelaksana ICBEMA Dr. Maruli Panjaitan mengatakan konferensi kali ini bisa dijadikan sebagai momentum kebangkitan kembali tekhnologi Indonesia, “Setiap tahun Indonesia menghabiskan 95 Triliun untuk berbelanja alat kesehatan dan pengobatan ke luar negeri, bisa dibayangkan bila kita mampu memproduksi sendiri alat-alat tersebut tentunya akan membuat bangsa kita semakin maju”, ujarnya seusai acara pembukaan.
ICBEMA ini merupakan acara rutin setiap dua tahun sekali yang diprakarsai oleh IBES (Indonesia Biomedical Engineering Society), Rektor Swiss German University Prof. Dr. Martin Loefelholz dalam sambutannya menyatakan terimakasih dan penghargaannya kepada IBES karena telah mempercayai Swiss German University sebagai penyelenggara sekaligus tuan rumah dalam acara Konferensi Internasional ini. “Pembicara seminar yang berlevel internasional ini tentunya membawa banyak ilmu yang bisa kita ambil untuk kepentingan dan kemajuan Indonesia nantinya”. Ujarnya
Para Pembicara seminar yang akan tampil diantaranya Dr. med Huseyn Sahimbas dari Jerman seorang ahli kanker yang akan membawakan topic mengenai pengobatan kanker alternative menggunakan temperature tinggi, kemudian Prof. Dr. Claus Schilling yang akan berbicara mengenai peranan Telemedis dalam penanganan   penyakit paru-paru.  Dari dalam negeri sendiri akan ada Prof. Dr. Amin Soebandrio yang membawakan makalah tentang etika pengobatan dalam kasus stem cell, dan Dr. rer nat Maruli Panjaitan yang akan membicarakan mengenai keajaiban enzyme Bromelain sebagai alternative pengobatan untuk berbagai penyakit, seperti AIDS, Kanker leher rahim dll. 
Konferensi direncanakan akan berlangsung selama dua hari, pada hari kedua Menteri Kesehatan akan meluncurkan secara resmi prototype produk alat kesehatan karya anak bangsa. “Mahasiswa kami dari jurusan Tehnik Biomedika  berhasil membuat alat tensi meter tanpa mercury, yang untuk modelnya nanti merupakan yang pertama di produksi di Asia Tenggara” ujar Prof. Dr. Martin Loeffelholz selaku Rektor dari Swiss German University. Launching product ini akan bertepatan dengan tanggal 10 November, sengaja di pilih tanggal tersebut untuk persembahan dan moment yang tepat untuk memperingati para pahlawan.
Konferensi ini juga menjadi event rujukan oleh IDI (Ikatan Dokter Indonesia) sehingga dokter-dokter peserta konferensi ini akan diberikan 10 SKP(Satuan Kredit Point) oleh IDI.