Menuju World Culture for Development Forum – Bali Forum 2013

0
880

Yogyakarta, 27 Oktober 2012 – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menggelar Grand Strategy Meeting, sebuah forum penjaringan aspirasi dan masukan yang melibatkan partisipasi masyarakat akademisi dan organisasi kepemudaan Yogyakarta dari berbagai bidang, seperti ekonomi dan bisnis, media, kepemudaan, gender, dan lingkungan. Acara Grand Strategy Meeting yang diselenggarakan di Hotel Inna Garuda ini akan dibuka oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayan, Wiendu Nuryanti dan menghadirkan narasumber tokoh-tokoh kebudayaan dan akademisi seperti; Mohtar Masoed, Taufik Rahzen, Bambang Sunaryo, Rahayu Supanggah, Hermien Kusmayati, Heddy Shri Ahimsa Putra, Timbul Haryono, Esi Susilarti, Daud Aris Tanudirjo, Thomas Haryonagoro, Ike Janita Dewi dan Achmad Charris Zubair.
Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan, Wiendu Nuryanti menyampaikan, “Grand Strategy Meeting Yogyakarta ini merupakan lanjutan dari Grand Strategy Meeting di Bali pada tanggal 22 Oktober 2012. Dari hasil Grand Strategy Meeting  di Bali kemarin, akan dibahas kembali dan diperdalam di Yogyakarta. Bentuk persiapan khusus dalam rangka penyelenggaraan WCF 2013 dengan cara menampung aspirasi dan masukan dari berbagai pihak, baik budayawan, akademisi di beberapa bidang seperti ekonomi dan bisnis, media, kepemudaan, gender, dan lingkungan.” Lebih jauh, perhelatan sebagai persiapan menuju WCF ini akan mendiskusikan aspek-aspek strategis dalam pembangunan kebudayaan serta pematangan tema dan sub tema yang diangkat dalam World Culture for Development Forum (WCF) – ‘’Bali Forum’’ 2013. Grand Strategy Meeting diharapkan juga menjadi program komunikasi yang baik demi tercapainya pemahaman dan kesadaran masyarakat luas akan pentingnya penyelenggaraan WCF bagi Indonesia maupun Dunia.
World Culture for Development Forum (WCF) – “Bali Forum” 2013 direncanakan akan diselenggarakan oleh Pemerintah Indonesia di Bali, pada tanggal 24 – 29 November 2013. WCF – “Bali Forum” 2013 dihelat untuk mempererat hubungan harmonis antar bangsa, menciptakan peradaban dunia yang harmonis, menjunjung tinggi dan menghargai keunikan dan keanekaragaman budaya, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan ini juga diselenggarakan untuk menjadikan Indonesia sebagai “Rumah Dunia” bagi pertemuan dan diskusi berbagai isu strategis dalam bidang kebudayaan, khususnya terkait dengan perdamaian, pelestarian, pembangunan dan globalisasi. Hal ini mengacu pada peran Davos (Switzerland) dalam penyelenggaraan World Economic Forum (WEF) dan Rio de Janeiro (Brazil) dalam penyelenggaraan International Environment Forum (IEF).
Berita dalam Gambar

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti memberikan penjelasan pada konferensi pers Grand Strategy Meeting dalam rangka persiapan World Culture for Development Forum atau  Bali Forum 2013, didampingi oleh Ahmad Mahendra, Kasubdit Program Direktorat Internalisasi dan Nilai  Budaya, Kemdikbud (paling kiri) dan Prof. Timbul Haryono, Guru Besar Arkeologi UGM, Prof. Rahayu Supanggah, Rektor ISI Surakarta, serta Prof. Mohtar Masoed Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional.

Diskusi Grand Strategy Meeting dalam rangka persiapan World Culture for Development Forum atau Bali Forum 2013, di Hotel Inna Garuda, Malioboro Yogyakarta, Sabtu 27 Oktober 2012.

Penari anak-anak membawakan tari Cublak-Cublak Suwengdari Padepokan Pelatihan Tari Bagong Kusudiarjo membuka acara Grand Strategy Meeting dalam rangka Persiapan WCF atau Bali Forum 2013.