Ice House Corporation

0
821

Jakarta, 24 Oktober 2012 – Ice House, perusahaan perangkat lunak rekayasa ponsel global yang meliputi Amerika Utara, Indonesia, Jepang, dan Singapura telah diluncurkan. Pengembangan ini merupakan wujud dari antusiasme masyarakat dalam pengembangan produk yang diincar, dengan pendiri yang membawa pengalaman pada Koprol, yang dikenal sebagai Foursquare dari Asia, yang diakuisisi oleh Yahoo! ditahun 2010. Yahoo! menutup Koprol pada tahun 2012, tepat sebelum mempekerjakan CEO baru Marissa Mayer, dan pendiri Ice House menggunakan momen ini dengan stealth mode.

Selama ini, Ice House telah menjalin hubungan dengan startups dan klien perusahaan global, yang menggabungkan teknologi mutakhir untuk setiap produk yang dihadirkan. Produk-produk ini termasuk Go-Matic, yang diluncurkan pada konferensi DEMO tahun ini sebagai aplikasi jejaring mikro-sosial, mengikuti tren aplikasi seperti Pair, dan Path.
Ice House juga bekerja sama dengan Lumatic – salah satu pemain yang memiliki solusi pemetaan mobile global dan sudah diintegrasikan ke dalam iOS 6 – untuk melengkapi Android, bukan sebuah langkah kecil untuk sebuah platform yang hadir di beberapa pasar. First Bank of Rock, didukung oleh artis dari studio terkenal seperti Abbey Road, diberitakan merupakan telah mengguncang industri musik, juga merupakan salah satu klien pertama yang terlibat dalam Ice House. Ice House telah menerapkan platform backend/front-end untuk membantu seluruh artis yang berhubungan dengan mitra bisnis mereka dan penggemar mereka.

Setelah ini, studio di Hollywood dan stadion olahraga mulai merambah menarik konsumen melalui kehadiran ponsel yang nyata, dan Ice House dengan cepat menjadi sumber aplikasi untuk mereka. Mitra inovasi kami menyediakan pengembang kami akses ke SDK terbaru dan API, antara lain geo-fencing, pengenalan suara, penyebaran/komunikasi video real-time, dan augmented reality.

Menggabungkan kemampuan Koprol dengan ketahanan mental startup dari Silicon Valley, visi Ice House adalah untuk menjadi yang terdepan dalam solusi rekayasa di arena yang selalu berubah dari sebuah ekosistem broadband. Di bawah Ice Network, Icehouse juga akan bekerja sama dengan perusahaanyang berada dalam satu naungan di analisis data Big, serta dengan LSM untuk mendukung UKM di tingkat lokal, dimulai dengan Indonesia.
“Indonesia merupakan Cina versi berikutnya,” Adriaan Ligtenberg, CEO dari Ice House Corporation serta Founder Pacific Technology Partners

Ice House berada di bawah naungan kepemilikan Pacific Technology Partners, Ice House merupakan bagian penting dari gerakan yang didedikasikan untuk berinvestasi di Indonesia sebagai pusat wadah pertumbuhan ekonomi riil. Sebagai pasar yang masih dalam tahap awal, serta mengadopsi teknologi – peringkat pertama di Twitter dan ketiga di Facebook – Ice House, dan Ice Network adalah perangkat terdepan yang mengedepankan visi jaringan lokal dan global untuk bekerja sama.

Ice House dengan perencanaan yang agresif untuk tumbuh menjadi 200 orang serta Ice Network merencakan 400 orang dalam dua tahun ke depan, PTP mengedepankan pencarian dan pengembangan talent serta mendukung pendidikkan di kota-kota utama, seperti Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. Dengan menyiapkan infrastruktur untuk komunitas teknologi terintegrasi, Ice House yakin kami dapat membuktikan Indonesia sebagai pusat inovasi yang besar di wilayah Asia Tenggara.
Untuk merayakan peresmian Ice House, akan diadakan sesi untuk rekan media, diikuti oleh pesta peluncuran eksklusif, pada tanggal 30 Oktober 2012.