Grand Strategy Meeting Menyambut WCF – Bali Forum 2013

0
669

KEMENTRIAN Pendidikan dan Kebudayaan RI menggelar Grand Strategy Meeting, sebuah forum penjaringan aspirasi dan masukan yang melibatkan partisipasi masyarakat akademisi dan organisasi kepemudaan Bali dari berbagai bidang, seperti ekonomi dan bisnis, media, kepemudaan, gender, dan lingkungan. Acara Grand Strategy Meeting yang diselenggarakan di Hotel Santika Nusa Dua, Bali pada 22 Oktober 2012 ini dibuka oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayan, Wiendu Nuryanti dan menghadirkan narasumber tokoh-tokoh kebudayan antara lain; Jean Couteau, Taufik Rahzen, Heddy Shri Ahimsa Putra, Ni Luh Ketut Suryani dan I Wayan Ardika.
Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan, Wiendu Nuryanti menyampaikan, “Grand Strategy Meeting ini merupakan bentuk persiapan khusus dalam rangka penyelenggaraan WCF 2013 dengan cara menampung aspirasi dan masukan dari berbagai pihak, baik budayawan dan akademisi di beberapa bidang seperti ekonomi dan bisnis, media, kepemudaan, gender, dan lingkungan.” Lebih jauh, perhelatan sebagai persiapan menuju WCF ini akan mendiskusikan aspek-aspek strategis dalam pembangunan kebudayaan serta pematangan tema dan sub tema yang diangkat dalam World Culture for Development Forum (WCF) – ‘’Bali Forum’’ 2013. Grand Strategy Meeting diharapkan juga menjadi program komunikasi yang baik demi tercapainya pemahaman dan kesadaran masyarakat luas akan pentingnya penyelenggaraan WCF bagi Indonesia maupun Dunia.
Grand Strategy Meeting yang diselenggarakan di Bali dihadiri oleh perwakilan dari Universitas Udayana, Universitas Warmadewa, Universitas Mahasaraswati, Institut Seni Indonesia Denpasar, Walhi (Wahana Lingkungan Hidup), IDEP Foundation, Bali Sruti, Dinas Pariwisata Provinsi Bali, dan berbagai perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat serta organisasi masyarakat lainnya.
World Culture for Development Forum (WCF) – “Bali Forum” 2013 direncanakan akan diselenggarakan oleh Pemerintah Indonesia di Bali, pada tanggal 24 – 29 November 2013. WCF – “Bali Forum” 2013 dihelat untuk mempererat hubungan harmonis antar bangsa, menciptakan peradaban dunia yang harmonis, menjunjung tinggi dan menghargai keunikan dan keanekaragaman budaya, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan ini juga diselenggarakan untuk menjadikan Indonesia sebagai “Rumah Dunia” bagi pertemuan dan diskusi berbagai isu strategis dalam bidang kebudayaan, khususnya terkait dengan perdamaian, pelestarian, pembangunan dan globalisasi. Hal ini mengacu pada peran Davos (Switzerland) dalam penyelenggaraan World Economic Forum (WEF) dan Rio de Janeiro (Brazil) dalam penyelenggaraan International Environment Forum (IEF).