Sustainability & Community Based Tourism di UN-WTO

0
431

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu melangsungkan pertemuan dengan Sekretaris Jendral UN-WTO Thalib Rifai di Manado, Sulawesi Utara (12/1). Pertemuan bilateral ini diadakan dalam kaitannya dengan ASEAN Tourism Forum (ATF) ke 31 yang berlangsung hingga 15 Januari mendatang. Beberapa agenda di sektor pariwisata yang dibahas pada pertemuan ini di antaranya sustainability dan community based tourism, serta penyempurnaan data dan informasi kepariwisataan.

Terkait dengan pembangunan kepariwisataan dilakukan secara berkesinambungan (sustainability), Pemerintah Indonesia menyampaikan penghargaan atas dukungan UN-WTO untuk rehabilitasi penataan pembangunan di Pangandaran pasca terjadinya tsunami tahun 2006 lalu. Rehabilitasi yang dilakukan berbasiskan kepada pemberdayaan masyarakat (community based Tourism approach).
Sementara Thalib Rifai menekankan pentingnya pengembangan pariwisata yang memperhatikan aspek lingkungan, kebudayaan, dan keunikan masing-masing Negara.
Mari Pangestu juga menyampaikan rencana pengembangan kepariwisataan di Indonesia secara lebih terpadu dan menyeluruh, melalui pendekatan Destination Management Organization (DMO), yang sekaligus memberdayakan masyarakat setempat dalam setiap tahapan pembangunan.
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas pentingnya data dan informasi kepariwisataan, mengingat semakin pentingnya peranan sektor tersebut bagi perekonomian dunia dan bagi perekonomian masing-masing negara. “Melalui data dan angka-angka yang tersaji, akan dapat lebih memudahkan pemerintah dan stakeholders lainnya untuk mengembangkan strategi dan meningkatkan peran masing-masing di sektor ini,” jelas Mari Pangestu
Pemerintah Indonesia mengharapkan dukungan UN-WTO melakukan updating data dan informasi kepariwisataan Indonesia, termasuk penyempurnaan metodologi, terutama untuk menghitung wisnus, seperti dalam bentuk Neraca Satelit Pariwisata Nasional (National Tourism Sattelite Account).
Isu penting lain yang dibahas adalah rencana pembangunan mega resort Mandalika di Lombok Tengah. Pemerintah Indonesia mengharapkan dukungan UN-WTO untuk pembangunan tersebut, seperti halnya dukungan yang telah diberikan sebelumnya dalam pembangunan resort di kawasan Nusa Dua di Bali.
Mari Pangestu juga menyampaikan keseriusan Pemerintah Indonesia dalam membangun dan mengembangkan potensi kepariwisataan Indonesia. Hal itu dapat terlihat dari upaya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk membentuk organisasi baru pada Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata, yaitu Direktorat Meeting, Incentive, Convention and Exhibition dan Minat Khusus. Diharapkan organisasi baru ini dapat meningkatkan kinerja pengembangan kepariwisataan di Indonesia.
Pertemuan bilateral ini turut dihadiri pula oleh Mr. Xu Jing, Director for Regional Program for Asia Pacific UN-WTO, dan pihak Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal Wardiyatmo, Inspektur Jendral I Gusti Putu Laksaguna, dan Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Firmansyah Rahim.