Bakosurtanal: Geospasial untuk Negeri

0
736

BADAN Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) sebagai lembaga resmi negara yang menangani kegiatan survei dan pemetaan akan mencanangkan program Geospasial untuk Negeri. Program berskala nasional ini merupakan kebijakan Bakosurtanal dalam melaksanakan agenda terpadu sosialisasi Undang-Undang RI No. 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial sebagai sebuah rujukan strategis bagi kepentingan seluruh bangsa Indonesia. Perhelatan Pencanangan Geospasial untuk Negeri direncanakan diselenggarakan di Istana Negara tepat pada Hari Ulang Tahun Bakosurtanal ke-42 yakni 17 Oktober 2011, oleh Presiden RI.

Undang-Undang No. 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial ini telah disetujui oleh DPR RI pada tanggal 5 April 2011 dan disahkan oleh Presiden Republik Indonesia Dr. Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 21 April 2011. Informasi Geospasial sebagai data geospasial yang sudah diolah dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam perumusan kebijakan, pengambilan keputusan dan/atau pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan ruang kebumian.

Informasi Geospasial yang akurat, dapat dipertanggungjawabkan dan mudah diakses oleh masyarakat sangat diperlukan untuk dasar perencanaan penataan ruang, penanggulangan bencana, pengelolaan sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya lainnya, sehingga dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran seluruh rakyat Indonesia.

Dalam menjawab kebutuhan informasi geospasial yang akurat, dapat dipertanggungjawabkan dan mudah diakses masyarakat, keberadaan Bakosurtanal menjadi penting dan strategis. Dengan UU tentang Informasi Geospasial, Keberadaan Bakosurtanal berganti nama menjadi Badan Informasi Geospasial (BIG). Perubahan ini tidak hanya nama yang berubah, namun tugas dan fungsinya juga akan berubah atau diperkuat sejalan dengan kebijakan nasional informasi geospasial yang tertuang di dalam undang-undang.

Badan inilah yang berwenang dalam penyelenggara informasi geospasial, khususnya untuk informasi geospasial dasar. Informasi geospasial dasar  terdiri atas jaring kontrol geodesi dan peta dasar. Jaring kontrol geodesi menjadi acuan referensi posisi horizontal dan vertikal serta acuan gaya berat. Peta dasar terdiri dari Peta Rupa Bumi Indonsia atau RBI, Peta Lingkungan Pantai Indonesia dan Peta Lingkungan Laut Nasional.

Peta dasar ini sebagai kerangkanya atau istilahnya sebagai papan caturnya yang bersumber dari satu lembaga (Bakosurtanal). Hingga saat ini telah dibangun peta rupa bumi indonesia dalam format digital  dengan skala 1 : 500.000, 1 : 250.000 untuk seluruh wilayah NKRI dan 1 : 50.000 pada beberapa Pulau Besar ( Sumatera, Kalimantan,  Sulawesi dan Papua) serta 1 : 25.000 untuk wilayah Pulau Jawa, Bali , NTB dan NTT. Sedangkan informasi geospasial tematik yang memuat tema tertentu dapat diselenggarakan oleh instansi pemerintah pusat, badan usaha, kelompok atau perseorangan. Dengan kata lain, tugas  BIG  antara lain mengkoordinasikan standarisasi data dan informasi geospasial. 

Keberhasilan dari Program Geospasial Untuk Negeri dapat terlihat ketika seluruh peta tematik yang dibuat oleh berbagai Instansi sektoral, badan usaha, kelompok atau perorangan telah mengacu kepada informasi geospasial dasar. Dengan adanya satu acuan informasi geospasial dasar, tumpang-tindih informasi ruang kebumian yang menimbulkan ketidakpastian hukum dan kerusakan lingkungan dapat diakhiri. Penggunaan satu acuan (single references)  ini juga memudahkan dalam pertukaran informasi geospasial antar instansi dan integrasi dalam perencanaan pembangunan dari tingkat pusat hingga daerah.

Pada puncak Perhelatan Pencanangan Geospasial, juga akan ditandai dengan peluncuran produk produk/hasil kegiatan terbaru Bakosurtanal, yaitu: 1) Peluncuran Geoportal Nasional (Indonesian GeoSpasial Portal: Ina GeoPortal), suatu wadah untuk mewujudkan aksesibilitas data dan informasi geospasial yang dimiliki oleh instansi pusat maupun daerah kedalam sebuah sistem berbasis web secara terintegrasi; 2) Monitoring komponen INA-TEWS, berupa stasiun pasang surut dan GPS; 3) Peta Ekoregion, yaitu informasi peta yang menggambarkan sebaran wilayah yang mempunyai kesamaan tektogenesa, morfologi, litologi dan iklim; 4) Peta Tactile, merupakan lembar peta yang menggambarkan permukaan bumi dalam bentuk tiga dimensi pada suatu media khusus, dibuat khusus untuk tuna netra atau orang yang mempunyai kendala penglihatan. 5) Atlas Nasional Indonesia volume 3.