Tradisi Sejak 5.000 Tahun Sebelum Masehi

- Advertisement -
- Advertisement -

“If food is the body of good living, wine is its soul.” (Clifton Fadiman US Television Personality)

UNGKAPAN tersebut sangat populer di kalangan penggemar wine. Dulu, di Jakarta wine hanya dikenal oleh kalangan terbatas saja. Tapi kini, minuman hasil fermentasi dari buah anggur itu sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Ibu Kota, minimal yang menyebut diri sebagai orang metropolitan yang mengadopsi gaya hidup global.

Dari mana sesungguhnya wine berasal? Prancis? Tidak salah, negara di Eropa inilah yang mempuyai tradisi yang cukup lama dalam mengapreasiasi wine. Bahkan wine yang berasal dari Prancis juga disebut sebagai old world wine.

Tapi tahukah Anda kalau bangsa Mesopotamia (di wilayah yang kita kenal sekarang kita kenal sebagai Persia) yang pertama kali mengembangkan wine. Mengejutkan memang, apalagi negara tersebu masuk dalam wilayah Timur Tengah yang kita ketahui sekarang sebagai wilayah padang pasir yang luas.

Photo by Brett Sayles from Pexels

Memang, tidak ada yang mengetahui siapa yang memukan wine pertama kali. Yang jelas, wine adalah fermentasi dari jus anggur. Wine adalah minuman beralkohol yang terbuat dari sari anggur jenis Vitis vinifera yang biasanya hanya tumbuh di area 30 hingga 50 derajat lintang utara dan selatan. Minuman beralkohol yang dibuat dari sari buah lain yang kadar alkoholnya berkisar di antara 8% hingga 15% biasanya disebut sebagai wine buah (fruit wine).

Sejarah wine diperkirakan sudah ada lebih dari ribuan tahun lalu yang telah dikonsumsi oleh manusia. Buktinya ditemukan sebuah jar oleh Prof. Dr. Patrick Mc Govern bersama timnya dari University Museum – Pennsylvania. McGovern adalah seorang ilmuwan tentang benda-benda tanah liat atau keramik yang berusia ratusan dan ribuan tahun.

Jar, atau yang kita kenal dalam bahasa Jawa sebagai kendi, digunakan untuk menyimpan wine dan menuangkannya ke gelas atau cangkir pada masa tersebut. Jar yang ditemukan McGovern berusia 5400 – 5000 tahun Sebelum Masehi di daerah Mesopotamia. Persia, Mesir, dan Yunani adalah bangsa-bangsa yang sudah mengonsumsi wine sejak zaman kuno. Vitis vinifera adalah jenis tanaman anggur yang buahnya diolah menjadi wine, berasal dari Persia.

Sementara itu catatan sejarah tentang Mesir Kuno sekitar 2500 tahun Sebelum Masehi. Mesir menggunakan wine sebagai minuman untuk bangsawan atau acara-acara Kerajaan Mesir Kuno. Wine, yang dikonsumsi rakyat Mesir waktu itu, menjadi tradisi dan kebudayaan bangsa Mesir pada saat itu.

Pada saat Kaisar Roma yang berkuasa, membawa pembuat wine dan jenis tanaman anggur ke Eropa Barat, di mana Prancis pada saat itu negara yang sangat fokus dalam pengembangan wine. Itu sebabnya hingga saat ini orang lebih mengenal bahwa wine berasal dari Prancis. Apalagi, jenis-jenis wine terbaik pun sekarang ada di wilayah Prancis. Memang tidak hanya Prancis yang mengembangkan wine di benua Eropa, tetapi juga ada Jerman, Italia, Spanyol, dan lain-lain.

Wine berkembang pesat di Eropa karena banyak sekali kegunaannya, selain dikonsumsi untuk mengiringi makan, juga digunakan untuk acara-acara penting. Saat itu wine menjadi konsumsi semua bangsa Eropa, mereka juga menanam buah anggur di perkebunannya. Dari situlah berkembang pula wine yang berasal dari benua Eropa, salah satunya seorang penjelajah dan penemu benua Amerika yaitu Columbus bersama bangsa-bangsa Conquistador lainnya membawa tanaman anggur ke negara-negara yang ditaklukan dan dijelelajahi, di antaranya di Amerika Selatan, Afrika Selatan, Australia, Meksiko, dan Kalifornia. Di tempat barunya mereka menanam anggur dan mengembangkan sampai menjadi wine.

Kini, siapa yang tidak mengenal wine. Saat ini wine sudah berkembang di seluruh dunia, termasuk Indonesia tepatnya di daerah Singaraja (Bali) dengan iklim yang cukup dingin dikarenakan daerah pegunungan, yang mempunyai vinyard (perkebunan anggur) dan pabrik wine (winery). – Dave Graciano

POPULAR, June 2009

- Advertisement -

Latest news

- Advertisement -

Related news

- Advertisement -